0% found this document useful (0 votes)
143 views52 pages

Modul Photoshop

modul photoshop

Uploaded by

M Ghufron
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
143 views52 pages

Modul Photoshop

modul photoshop

Uploaded by

M Ghufron
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

! "!

#$%&$ &&&&'(
% ) *+ !! , #$%&$ &&&&-(
. / + !, 0!* #$%&$ &&&'1(
' 2+ !/, /! "!, #$%&$ &&&$1(
$ 3! + *+!/ #$%&$ &&&4-(
!5
,! !
Dalam era modern dan penuh teknologi saat ini.
Mahasiswa dituntut untuk bersaing dan mememiliki kemampuan-
kemampuan yang dapat menjadikan nilai lebih/tambah. Salah
satunya ialah dengan menguasai aplikasi-aplikasi yang dapat
mempermudah proses pekerjaan dalam bidang-bidang tertentu.
Dapat diambil contoh aplikasi-aplikasi tersebut misalkan
seri aplikasi Office dari Microsoft untuk kebutuhan kantor,
Macromedia Dreamweaver dan Flash yang berguna untuk proses
pembuatan sebuah webpage, Adobe Photoshop yang
dispesifikasikan untuk image editing dan retouching, dan
lain-lain sebagainya.
Penguasaan sebuah aplikasi atau teknologi tidak dapat
semata-mata hanya dengan membaca, akan tetapi dibutuhkan
latihan dan percobaan. Dalam rangka mewujudkan hal
tersebut, maka dalam mata kuliah Pengantar Teknologi
Informasi (PTI) diadakan praktikum dri beberapa aplikasi
utama penunjang kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah
Adobe Photoshop yang akan dibahas pada modul praktikum kali
ini.
Semoga modul paktikum ini dapat menjadi bahan lompatan
bagi Mahasiswa Sistem Informasi 2005 pada umumnya untuk
penguasaan materi Adobe photoshop.
!5 %
2 !! * 6
Adobe photoshop adalah suatu program aplikasi untuk
desain dan manipulasi image atau photo. Dengan photoshop
kita dapat dengan mudah mengedit gambar, mengubah ukuran,
memotong gambar, menggabungkan gambar, mengubah brightness
dan contrast, mengubah format gambar dari format yang satu
ke format yang lain, menambahkan efek tertentu pada gambar
serta memberikan sentuhan-sentuhan artistic lain sehingga
gambar terlihat lebih menarik. Bahkan dengan Adobe
Photoshop CS, kita dapat meningkatkan kualitas dari foto
yang rusak, salah potret, dan lain-lain sebagainya. Adobe
Photoshop juga (beserta pasangannya Image Ready) merupakan
salah satu apliaksi yang banyak digunakan untuk web graphic
desain, dikarenakan fungsi grafisnya yang berlimpah dan
kemampuan untuk mengenerasi sebuah halaman web utuh hanya
dengan menggunakan fungsi dari Image Ready yang sebagian
telah terintegrasi dalam Photoshop.
Beberapa contoh karya yang dapat dilakukan dengan
Adobe Photoshop :

[Sebelum] [Sesudah]
Dalam modul praktikum ini, kita akan membahas mengenai
proses penciptaan Desain untuk keperluan penciptaan sebuah
Website, yang meliputi desain lay out, Slicing dan desain
tombol sebegai pelengkap.
!5 .
0 * /70 * /,! !" 6 * 6
Sebelum menginjak pada langkah-langkah pembuatan image
SIM Card, pertama modul ini akan membahas secara singkat
mengenai antarmuka dari photoshop itu sendiri, mengenai
alat-alat yang ada dan fitu2-fitur yang ditonjolkan untuk
memudahkan pengguna, terutama alat-alatya dan fitur-fitur
penting yang harus diketahui pengguna photoshop untuk
pertama kalinya.

I. Area kerja Photoshop

Area kerja di photoshop terdiri atas lima bagian yaitu


menu bar, Option Bar, Pallete, Toolbox, dan canvas. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar diatas.

1. Canvas seperti dalam kegiatan melukis adalah area atau


layar yang akan digunakan untuk meletakkan objek-objek
dalam adobe photoshop, dalam hal ini image yang akan di
edit atau dimanipulasi.
2. Menu Bar, berisi perintah-perintah dasar potoshop (
menyimpan, mencetak, membuka file dan lain-lain ) serta
perintah-perintah pengeditan dan manipulasi grafik. Menu
dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Contohnya, menu
layer berisi perintah untuk bekerja pada layer.
3. Option Bar. Digunakan untuk memilih setting yang akan
berubah sesuai dengan tool yang diaktifkan. Contohnya,
klik pada tool Rectangular Marquee, akan tampil opsi-opsi
yang berhubungan dengan rectangle tool pada bagian option
bar ini, apabila berganti memakai tool lain, maka isi
dari option bar akan mengikuti dengan parameter-parameter
yang dimiliki oleh tool yang bersangkutan yang sedang
aktif atau dipakai.
4. Toolbox. berisi tool yang digunakan untuk membuat,
mengedit dan memanipulasi gambar. Contohnya, tool
Elliptical Marquee untuk membuat seleksi berbentuk elips
atau lingkaran.
5. Pallete, digunakan untuk membantu dalam mengubah,
mengatur dan memilih berbagai parameter penyuntingan dan
pengolahan gambar. Contoh Pallete Layer dapat menampilkan
semua layer yang ada dalam sebuah gambar.

II. Tool Box dan fungsi-fungsinya


Toolbox adalah floating bar yang berisi kumpulan tool-
toolatau alat-alat yang tersedia pada aplikasi photoshop
untuk digunakan digunakan desainer untuk menggambar,
memberi warna, memilih, memodifikasi gambar dan membuat
teks atau fitur-fitur laen yang diberikan.
Beberapa tool mempunyai subtool di dalamnya yang
ditandai dengan segitiga kecil yang berwarna hitam di sudut
kanan bawah tool tersebut. Sub tool dapat diakses atau
diaktifkan dengan melakukan klik kanan mouse pada posisi
kursor berada pada icon tool yang memiliki sub tool.
Kemudian akan muncul floating bar baru yang berisi seluruh
sub tool pada kategori tool tersebut, untuk mengganti tool
utama yang aktif pada kategori tool tersebut, sorot salah
satu tool pada floating bar sub tool, lalu tekan tombol
kiri mouse.
Berikut adalah keterangan dari tool-tool yang berada
di dalam toolbox beserta fungsinya.

• Move
Berfungsi untuk memindahkan seleksi, layer yang sedang
aktif dan membuat garis bantu.

• Marquee tools, terdiri atas :


a. Rectangular Marquee
Berfungsi untuk membuat seleksi berbentuk kotak
atau segi empat.
b. Elliptical Marquee
Berfungsi untuk membuat seleksi berbentuk ellips
atau lingkaran
c. Single Row Marquee
Berfungsi untuk membuat seleksi horizontal
sebesar satu pixel.
d. Single column marque
Berfungsi untuk membuat seleksi vertikal sebesar
satu pixel.
• Lasso tool
Berfungsi untuk membuat seleksi bebas.
• Polygonal lasso tool
Berfungsi untuk membuat seleksi berbentuk poligon atau
segi banyak.
• Magnetic lasso tool
Berfungsi untuk membuat seleksi yang melekat atau
menempel pada bentuk luar obyek yang dipilih.
• Magic wand tool
Berfungsi untuk membuat seleksi berdasarkan warna yang
ada pada gambar.
• Crop tool
Berfungsi untuk memotong atau membuang area yang tidak
dinginkan pada gambar.

• Slice tool
Berfungsi untuk membuat slice atau membagi-bagi gambar
menjadi terpisah.

• Slice select tool


Berfungsi untuk menyeleksi suatu slice.

• healing brush tool


Berfungsi untuk menghilangkan atau mengganti bagian
tertentu gambar yang tidak dinginkan.
• Patch tool
Berfungsi untuk menghilangkan bagian yang ingin
dibuang dengan cara menggesernya.
• Color replacement tool
• Berfungsi untuk mengganti suatu warna dalam image
dengan warna lain sesuai pilihan.
• Brush tool
Berfungsi untuk menggambar dalam bentuk cat dengan
kuas.
• Pencil tool
Berfungsi untuk menggambar goresan seperti pensil.

• Clone stamp tool


Berfungsi untuk melakukan duplikasi area tertentu dari
gambar ke bagian area lainnya.

• Pattern stamp tool


Berfungsi untuk melakukan duplikasi bentuk pola.

• History brush tool


Berfungsi untuk melakukan undo bertingkat.
• Art history brush tool
Berfungsi untuk melakukan undo bertingkat dan untuk
menambah sentuhan seni sehingga menghasilkan warna dan
efek yang berbeda dari history aslinya.

• Eraser tool
Berfungsi untuk menghapus area yang tidak diinginkan.
• Background eraser tool
Berfungsi untuk menghapus area background dari gambar.
• Magic eraser tool
Berfungsi untuk melakukan seleksi secara otomatis
seperti magic wand dan langsung menghapusnya menjadi
transparan.
• Gradient tool
Berfungsi untuk memberi warna gradasi pada gambar.
• Paint bucket tool
Berfungsi untuk memberi warna pada gambar.

• Blur tool
Berfungsi untuk mengaburkan gambar.
• Sharpen tool
Berfungsi untuk menambah ketajaman gambar.
• Smudge tool
Berfungsi untuk memberi efek seperti gosokan jari
tangan pada lukisan cat.

• Dodge tool
Berfungsi untuk mengatur pencahayaan agar lebih
terang.
• Burn tool
Berfungsi untuk mengatur pencahayaan agar lebih gelap.
• Sponge tool
Berfungsi untuk mengatur tingkat saturasi pada gambar.

• Path selection tool


Berfungsi untuk memilih dan menampilkan titik pada
path.
• Direct selection tool
Berfungsi untuk memilih dan menampilkan direction
point pada path.
• Horizontal type tool
Berfungsi untuk membuat tulisan secara mendatar.
• Vertical type tool
Berfungsi untuk membuat tulisan secara vertikal.
• Horizontal type mask tool
Berfungsi untuk membuat tulisan dlam moe mask secara
mendatar.
• Vertical type mask tool
Berfungsi untuk membuat tulisan dalam mode mask secara
vertikal.

• Pen tool
Berfungsi untuk membuat path (jalur) terbuka maupun
tertutup dengan bentuk yang bermacam-macam baik garis
lurus maupun lengkungan.
• Freeform pen tool
Berfungsi untuk menggambar path secara bebas.
• Add anchor point tool
Berfungsi untuk menambah titik hubung/acu pada path
yang sudah dibuat.
• Delete anchor point tool
Berfungsi untuk menghapus titik hubung/acu pada path
yang sudah dibuat.
• Convert point tool
Berfungsi untuk memanipulasi path yang sudah dibuat.
• Rectangle tool
Berfungsi untuk membuat bentuk segi empat.
• Rounded rectangule tool
Berfungsi untuk membuat bentuk segiempat dengan sudut
tumpul.
• Eclipse tool
Berfungsi untuk membuat bentuk elips atau lingkaran.
• Polygon tool
Berfungsi untuk membuat bentuk poligon atau
segibanyak.
• Line tool
Berfungsi untuk membut bentuk garis.
• Custom shape tool
Berfungsi untuk membuat bentuk yang lebih kompleks.
(path buatan pen tool dapat juga disimpan sebagai
custom tool dipakai seterusnya).

• Notes tool
Berfungsi untuk membuat catatan atau keterangan.
• Audio annotation tool
Berfungsi untuk membuat keterangan dalam bentuk suara.

• Eyedropper tool
Berfungsi untuk memilih warna foreground atau
background pada gambar.
• Color sampler tool
Berfungsi untuk melihat nilai warna pada suatu area
tertentu dari gambar.
• Measure tool
Berfungsi untuk untuk mengukur jarak dan sudut gambar.
• Zoom tool
Berfungsi untuk melakukan pembesaran atau pengecilan
pandangan gambar pada kanvas.
• Hand tool
Berfungsi untuk memindahkan pandangan gambar pada area
kanvas (bila zoom hingga kanvas ada yang tersembunyi).
• Set foreground color
Tombol foreground color berada di depan yang berfungsi
untuk mengubah warna foreground.
• Set background color
Tombol background colour berada di belakang yang
berfungsi untuk mengubah warna background.
• Switch foreground and background colors
Tombol untuk menukar warna foreground dan background
yang sedang aktif satu sama lain, sehingga warna
foreground menjadi warna background dan sebaliknya.
• Default foreground and background color
Mengubah warna foreground dan background menjadi warna
default yaitu hitam untuk foreground dan putih untuk
background).
• Edit in standard mode
Berfungsi untuk menggunakan tampilan mode standar.
• Edit in quick mask mode
Berfungsi untuk menggunakan mode tampilan dengan efek
mask secara cepat.
• Standard screen mode
Berfungsi untuk mengaktifkan window standar.
• Full screen with menu bar
Berfungsi untuk mengaktifkan jendela tampilan penuh
satu layer dengan menu bar-nya.
• Full screen mode
Berfungsi untuk mengaktifkan jendela tampilan penuh
satu layer tanpa menu bar.
• Edit in image ready
Berfungsi untuk melakukan editing gambar yang sedang
aktif lebih lanjut. Pada aplikasi Image Ready.

III. Pallete

Pallete, adalah suatu wadah bagi pengaturan-


pengaturan parameter dan status fitur-fitur yang ada
pada photoshop. Misalkan saja, warna, sejarah
(history) editing, layer, dan lain-lain.
Untuk menampilkan palet, klik menu Window lalu
pilih pallette yang diinginkan. Misalnya, akan
menampilkan pallette Color, kilk menu Window > Color.
Untuk memilih pallette yang lain yang ada dalam satu
kelompok, klik pada tab palet yang diinginkan.

IV. Layer

Pada Photoshop, salah satu fitur yang sangat


memudahkan dan membantu dalam editing dan desain
adalah fitur layer, yang dimana image dapat tersusun
dari tumpukan-tumpukan image-image yang menjadi satu
saling tumpang tindih namun tidak saling mengganggu.
Oleh karena itu, saat berurusan dengan desain pada
photoshop, seorang desainer akan selalu berhubungan
dengan palette layer untuk bisa mendapatkan hasil yang
maksimal. Fungsi layering (tingkatan) sangat berguna,
karena dengan adanyA layering, iamge dapat
diedit.diubah perbagian, sehingga tidak mempengaruhi
bagian-bagian image yang laiinya. Semisal saja
melakukan editing desain sebuah rumah dan alam
sekitarnya, image yang terdiri dari layer-layer, dapat
diedit satu persatu, saat melakukan editing pada layer
pohon misalnya, apabial menghapus bagian tertentu dari
pohon, tidak akan meninggalkan lubang, karena pada
layer dibawahnya ada image rumah, dimana memang
seharusnya terlihat jika bagian pohon tertentu di
potong/dikurangi. Tidak seperti iamge konvensional
yang akan meningkalkan lubang putih karena penghapusan
image pohon.
Keterangan :
• Layer blending mode
Menentukan jenis blending mode layer yang aktif pada
susunan keseluruhan layer.
• Layer lock
Mengunci layer dari aktifitas tertentu.
a. Transparent lock
Mengunci bagian transparan dari layer, sehingga
bagian transparan tidak dapat diedit.
b. Pixel lock
Mengunci bagian layer yang terisi oleh data/pixel
image, sehingga bagian tersebut tidak dapat
diedit.
c. Move lock
Mengunci layer sehingga tidak dapat dirubah
posisinya pada kanvas.
d. Lock all
Mengunci layer dari smeua aktifitas

• Visibility status
Status dari layer apakah layer tersebut ditampilkan
pada kanvas atau tidak. Status ini ditandai dengan
icon “mata” yang ada disamping kiri layer aktif,
adanya icon tersebut ,menandakan status layer adalah
terlihat.
• Add layer style
Menambahkan layer style yang terdiri dari beberapa
jenis efek tertentu pada layer yang sedang
aktif/diedit.
• Ass layer mask
Menambahkan layer mask pada layer yang sedang
aktif/diedit.
• Create new set
• Menciptakan suatu se, set dapat dianalogikan sebagai
sebuah folder yang menampung beberapa layer menjadi
satu set atau satu kelompok, sehingga memudahkan
editing. Karena pada desain tingkat advance atau pada
web designing, hampir tidak mungkin melakukan
designing dengan hanya menggunakan 3 atau 4 layer,
tapi bisa menggunakan hingga belasan bahkan puluhan
layer.
• Create new fill or adjustment layer
Menciptakan layer khusus untuk memperbaiki tampilan
layer-layer lain (dibawahnya) seperti pengaturan hua
dan saturasi, keseimbangan warna, dan lain-lain.
• Create new layer
• Membuat layer baru yang kosong. Layer akan otomatis
tercipta tepat diatas layer yang sedang aktif. Apabila
layer yang sedang aktif di drag/tarik menujuicon ini,
maka yang terjadi adalah proses duplikasi layer yang
sedang aktif dan bukan membuat layer baru yang kosong.
• Delete layer
Untuk menghapus layer yang sedang aktif. Dapat
dilakukan dengan menekan icon ini atau menarik/drag
layer aktif pada icon ini.
• Layer aktif
Layer yang sedang aktif atau sedang diedit. Layer yang
aktif akan di highlight oleh photoshop dan disamping
kiri terdapat icon brush yang menandakan bahwa layer
ini yang sedang aktif.
• Layer quick menu
Tombol untuk mengakses menu-menu pada fungsi layer,
seperti merge down, merge visible, add layer mask,dan
lain-lain.
• Opacity level
Menentukan tingkat opasiti layer yang aktif. Pada
opasiti 100% maka bagian layer akan terlihat
seluruhnya baik efek/style yang diaktifkan pada layer
tersebut maupun image yang ada pada layer tersebut
(jika fill layer tidak 0%) dan apabila opasiti 0% maka
semua tidak akan terlihat.
• Fill level
Menentukan tingkat opasiti dari fill/isian warna pada
layer, akan tetapi fill tidak mempengaruhi style yang
diaktifkan pada layer (misal stroke, bevel &emboss,
atau gradient overlay) tetapi hanya image/pixel yang
ada pada layer.

V. Filter

Keunggulan lain yang di usung oleh aplikasi


pengolah grafis dari Adobe ini adalah banyaknya filter
yang siap dipakai untuk menciptakan efek-efek khusus
layaknya dalam fotografi professional. Untuk dapat
menggunakan/menambahkan filter pada image/layer aktif,
maka perlu dieprhatikan bahwa image harus berada dalam
format warna Grayscale, RGB Color, CMYK Color, Lab
Color atau Multichannel. Jika image memiliki format
warna Indexed Color, maka gambar tersebut harus
dikonversi terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan
pada menu Image >> Mode >> . . .
Penggunaan filter merupakan inovasi yang sangat
menraik, akan tetapi desainer grafis professional
jarang hanya berpaku pada penggunaan filter saja untuk
desain-desainnya, akan tetapi berhubungan dengan
banyak efek, gabungan berbagai filter, bisa 3 atau
bahkan belasan filter secara bergantian untuk
menciptakan efek yang diinginkan.

VI. Web Design


Salah satu fungsi tambahan dari Photoshop adalah
fungsi web graphic desain. Fungsi-fungsi seperti
slice, web export, dan kemampuan mengenerasi HTML
sScript dan bahkan javascript telah ditanamkan
sebagian pada photoshop melalui integrasi dengan Image
Ready, sedang untuk optimasi web publishingnya berada
pad aplikasi pasangan Image Ready.
!5 '
* , ! ,! )! !

Photoshop -> Simple Fire


(author : setya5785 @GFXindo.com)

kalo mau bikin api... langkah pertama adalah membuat


background hitam, lalu buat area putih kecil di kanvas..
kemudian bengkok-bengkokkan dengan menggunakan smudge..
lalu merge dan setting hue & saturation, pilih colorze dan
set hue jadi 40 dan saturation 100.. setelah itu merge lagi
layer.... masuk ke image>adjustment>variation dan tambahkan
yellow dan magenta satu kali... lalu merge.. api buatan
siap dinikmati.

hasil akhirnya sedikit kasar, tapi memang hal itu


terjadi karena dimensi image yang dipakai untuk contoh
terlalu kecil. Contoh lagi apabila diaplikasikan pada text.
Photoshop -> Desain Web Sederhana

Langkah 1: Mulai dengan membuat dokumen baru berukuran


778x600 pixel, lalu fill (menu Edit>Fill) layer dengan
warna abu-abu (#F1F1F1).

Langkah 2: Buat layer baru, gunakan Marquee tool untuk


membuat seleksi berukuran 728x600 pixel pada layer baru.
Untuk membuat seleksi dengan ukuran yang sudah ditentukan,
gunakan opsi pada option bar marquee tool dan gunakan style
fixed size.

Lalu fill seleksi dengan warna putih (#FFFFFF), pastikan


image layer berada tepat ditengah dari kanvas.
Langkah 3: Berikan blending mode – Outer Glow pada layer
putih tadi (double click pada layer pada layer palette
untuk memunculkan window blending option). Gunakan
pengaturan Blend Mode – Outer Glow sebagai berikut.

Layout background web telah selesai.


Langkah 4: Sekarang kita mulai dengan bagian header, bagian
ini cukup penting dalam halaman web, karena bagian ini akan
selalu tetap untuk tiap halaman. Buat layer baru
(ctrl+shift+N)Ambil rectangular marquee lalu buat seleksi
sebesar 728x20 pixel (ingat langkah 1). Tambahkan warna
hijau gelap (#494F1C) pada seleksi.

Langkah 5: Lalu buat layer baru lagi (namakan layer itu


terserah keinginan), lalu masukkan image berukuran 728x140
pixel, image bebas tergantung selera.
Langkah 6: Langkah 6 sama dengan langkah 6, buat selekci
dengan rectangular marquee tool ukuran 728x25 pixel.
Tambahkan warna hijau terang (#B1C144) pada seleksi.

Langkah 7: Buat layer baru dan buat seleksi pada area


sekitar image header. Beri warna (Fill) putih (#FFFFFF) dan
kurangi opacity level menjadi 50%. Berikan outer glow pada
layer ini (seperti langkah 2) laalu letakkan logo pada
layer putih ini.
Langkah 8: saatnya untuk membuat submenu. Buat layer baru
dan gunaka rectangle marquee untuk membuat seleksi dengan
ukuran 175x360 pixel, kemudian tambahkan warna abu-abu muda
(#F1F1F1). Jangan menghilagkan seleksi dulu, beri stroke
pada seleksi dengan memilih menu Edit>Stroke, berikan
stroke warna abu-abu (#D1D1D1) dengan ukuran 1 pixel.

Langkah 9: Ulangi langkah 8, tapi dengan seleksi berukuran


530x360 pixel. Atur posisi layer sehingga didapat image
seperti contoh.
Langkah 10: bagian terakhir adalah bagian footer dari web.
Buat seleksi dengan ukuran 728x25 pixel dan lakukan langkah
yang sama dengan langkah 8 dan 9. letakkan posisi image
pada bagian bawah, sehingga terlihat seperti contoh.
Langkah 11: setelah semua selesai, tinggal memberikan teks
pada layout web yang sudah jadi. Selamat mencoba.
Photoshop/Image Ready -> Image Slicing
langkah 1: mulai dengan membuat sebuah desain layout
website dengan menggunakan Photoshop. untuk slicing, yang
diperlukan hanya unsure-unsur gambar saja, untuk unsure-
unsur tulisan ataupun warna background lebih baik dibuat
dalam dreamweaver/editor lain dengan menggunakan CSS.

Slicing dapat dilakukan baik pada Photoshop maupun pada


Image Ready, akan tetapi pada Photoshop, hanya sebagian
dari parameter-parameter fungsi slice (dan web Content)
yang dapat diakses. Pada tutorial ini hanya akan dibahas
dengan menggunakan Photoshop saja, karena untuk slicing
sederhana yang akan dipraktekkan belum memerlukan fungsi
dari Image Ready.

Langkah 2: Selanjutnya ambil Slice Tool, dan mulai membuat


“sayatan-sayatan” untuk memotong image menjadi beberapa
potongan. Dalam memotong, sebaikanya digunakan suatu
komposisi potongan dan proporsi yang sesuai. Untuk
bagianimage yangmemiliki kompleksitias tinggi sebaiknya
digunakan banyak potongan kecil, sebaliknay bagian image
yang sederhana dapat digunakan satu potongan besar. (pada
Image Ready, untuk bagian ayng tidak diinginkan dapat
dibuang dengan memilih jenis slice “no Image”, missal untuk
bagian background yang terdiri dari 1 warna)
Untuk bagian menu misalnya, dapat dipotong menjadi beberapa
bagian kecil sesuai menu dan dapat dijadikan tombol (jika
tidak ingin membuat tombol baru) atau untuk diberikan
fungsi laen (per objek) pada saat pembuatan web di editor.

Langkah 3: Apabila proses slicing telah selesai dan dirasa


sudah puas dengan komposisi potongan yang diinginkan. Maka
langkah selanjutnya adalah menyimpan image-image tersebut
untuk web. Penyimpanan grafis web dapat dilakukan dengan
memilih menu File>save for web (untuk Photoshop) atau
File>save Optimezed as (Image Ready). Pada save for web
photoshop, image dapat disimpanmenjadi 4 format kompresi
image untuk we, yaitu JPG, GIF, PNG 8 dan PNG 24. Pilih GIF
sebagai output, biarkan setting pada default. GIF mendukung
index color, yaitupenggunaan slot warna sehingga dapat
memperkecil ukuran file, karena warna yang disimpan hanya
warna yang diperlukan saja, sehingag sebuah image GIF
dengan resolusi 2, dapat tidak selalu berate hitam dan
putih, tetapi dapat menggunakan 2 warna apa saja.
Selanjutnya menentukan nama file cara penyimpanan. Cara
penyimpanan ada 3 cara, yaitu “save image only”, “save HTML
only”, dan “save image and HTML”. Pada opsi pertama,
potongan2 iamge akan disimpan pada sebuah direktori baru
bernama images pada folder yang sudah ditentukan pengguna
dan menyimpan file-file image sesuai nama dan urutan
potongan. Sdang pada opsi kedua (save HTML only), Photoshop
(Image Ready) “hanya” akan mengenerasi (membuat) sebuat
file HTML yang berisi script untuk memanggil file2 hasil
slicing tersebut dan menatanya pada sebuah halaman web,
editing dapat dilakuan pada file HTML ini menggunakan
sebuah web editor. Sedang pada opsi terakhir yang merupakan
gabunga ndari keduanya (menyimpan image sekaligus HTML
file), aplikasi akan menyimpan fiel image sekaligus
menciptakan sebuah file HTML.
Photoshop -> Desain tombol navigasi dengan rollover
Langkah 1: Mulai dengan membuat dokumen baru berukuran
sesuai dengan ukuran tombol yang ingin dipakai pada web
(pada tutorial ini 100x60 pixel). Pada tutorial ini hanya
akan dibuat satu tombol, tapi teknik yang sama dapat
diaplikasikan untuk membuat tombol-tombol navigasi lainnya.

Langkah 2: gunakan rounded rectangular tool untuk membuat


kotak pada hampir seluruh bagian kanvas (gunakan mode fill
pixel pada option bar rectangular tool). Pada tutorial ini
digunakan warna biru proses ITS (C=100;M=40;Y=0;K=0).

Langkah 3: Double Click layer pada palette layer atau klik


kanan da pilih blending option untuk memberikan style untuk
layer tombol ini. Berikan laye rdengan pengaturan sebagai
berikut :

Warna hitam (#000000)


Warna biru muda (#99FFFF)

Warna biru tua (#003399)


Warna highlight putih (#FFFFFF)
Warna shadow biru tua (#000099)
Dengen pengeturan tersebut akan didapat hasil efek style
seperti berikut

Langkah 4: gunakan text tool kemudian buat tulisan pada


background tombol yang sudah jadi.

Ini adalah tombol untuk status normal, simpan file daam


format JPG high quality atau PNG 24. untuk membuat tombol
status rollover, lanjutkan pada langkah 5

Langkah 5: tambahkan adjustment layer dengan pengaturan hue


& saturation. Setting hue dan saturasi adalah sebagai
berikut (jangan lupa tandai pilihan colorize)

Maka akan diapatkan warna merah pada background tombol.


Simpan file dalam format JPG high quality atau PNG 24.
Setelah didapatkan 2 file image tombol untuk status normal
dan rollover, langkah selanjutnya adalah melakukan editing
pada web editor. Selamat mencoba.
Photoshop -> SIM Card
(author : original idea by si0ux @GFXindo.com, modified alternate steps
by setya5785 @GFXindo.com)

Langkah 1: Mulai dengan membuat dokumen baru berukuran 640


x 480 pixel.

Langkah 2: beri nama layer1 menjadi kartu,lalu gunakan


Rounded Rectangle tool radius 15 pixel pada mode fill pixel
dan(dapat dipilih pada option bar). lalu buat kartu seperti
gambar. Dapat digunakan warna apa saja untuk kartu ini,
tapi dalam studi kasus ini kami mengguankan warna proses
ITS yaitu # 007DBE (cmyk : C=100; M=40; Y=0; K=0)
Langkah 3: buat layer baru dan beri nama chip1 lalu buat
rounded rectangle box baru dengan warna putih dan radius 5
pixel.
Langkah 4: buat layer baru lagi diatasnya dan beri nama
chip2. lalu buat rounded rectangle box seperti gambar.
Langkah 5: kemudian ambil polygonal lasso tool, dan buat
seleksi berbentuk segitiga dengan sudut 450. tahan tombol
shift pada saat membuat seleksi agar polygonal tool membuat
garis seleksi tepat horizontal/vertical dan diagonal
sempurna. (catatan : layer aktif adalah layer chip2)
setelah itu letakkan/geser seleksi pada posisi berikut
(bila sebelumnay dibuat pada sembarang posisi) dan tekan
tombol delete untuk menghapus sebagian box pada layer
chip2.

Langkah 6: setelah itu, set layer aktif pada layer chip1


dan tepatkan posisi seleksi pada bagian pojok box putih
dengan proporsi yang sesuai lalu hapus dengan tombol
delete.

Langkah 7: buat layer baru beri nama sambungan 1, dan


gunakan rectangle tool untukmembuta sambungan pada sisi
kiri box-box yang terpotong tadi.
Langkah 8: buat layer baru dan beri nama sambungan 2,
gunakan custom shape tool dan pilih bentuk segitiga (bentuk
ini default ada pada CS, akan tetapi pada versi 7 dapat
digunakan path/define custom shape terlebih dahulu).
Tambahkan image segitiga pada bagian bawah box.

Langkah 9: Duplikasi layer sambungan 2 dan beri nama


sambungan 3,lalu flip image vertical dan pindah gambar
segitiga pada bagian atas box. Untuk membantu supaya
tepat/sejajar, dapat digunakan grid bantuan.
Langkah 10: Duplikasi layer sambungan 2 sekali lagi dan
beri nama sambungan 3, rotasi gambar segitiga dengan sudut
900 secara terbalik (counter clockwise) lalu tepatkan iamge
segitiga pada sisi kanan box.

Langkah 11: kemudian merge semua layer yang terlihat dengan


menekan icon shortcut pada sudut kanan atas dan pilih merge
visible.
Langkah 12: dengan menggunakan magic wand tool, buat
seleksi bagian putih pada layer kartu (seperti image). Lalu
tekan delete untuk menghapus seleksi tersebut.

Langkah 13: buat layer baru lagi dan beri nama chiphitam.
Lalu dengan menggunakan rounded rectangle tool (warna
foreground hitam) radius 15 pixel buat box pada bagian chip
holder.

Langkah 14: untuk membuat bagian logam dari chip, tetapkan


foreground color menjadi #D0BD9B. lalu klik mouse pada
layer chiphitam sambil menekan tombol ctrl untuk membuat
seleksi berdasar bentuk image pada layer chiphitam. Lalu
buat layer baru dengan nama chip logam. Pilih menu
Selection >> Modify >> Contract, lalu masukkan nilai 1
pixel untuk mengecilkan seleksi sebesar 1 pixel. Kemudian
masuk pada menu Edit >> Fill (atau shortcut shift + F5) dan
fill bagian terseleksi tadi dengan warna foreground
(#D0BD9B).

Langkah 15: pada layer pallete, double click pada chip


logam atau klik kanan dan pilih menu blending option untuk
menampilkan window setting layer style pada layer chip
logam. Lalu berikan style gradient overlay dengan setting
sebagai berikut :

Sehingga akan didapat hasil iamge logam seperti gamabr


dibawah ini :
Langkah 16: pada layer logam aktif, gunakan eraser tool
dengan pencil berukuran 1 atau 2 pixel dan hardness 100%,
hapus bagian tertentu pada image chip logam hingga
menyerupai chip pada SIM Card asli.agar garis hapus lurus
vertical/horizontal/diagonal, tekan tombol shift bersamaan
dengan gerakan menghapus.

Langkah 18: untuk memasukkan image untuk SIM Card, buka


file image yang sudah jadi atau file image hasil edit, lalu
taik layer image tersebut dari palette layer/kanvas file
aktif pada palette layer/kanvas pada file tutorial SIM Card
ini, lalu pastikan bahwa letak layer image tersebut berada
tepat diatas layer kartu. Agar image sesuai dengan potongan
pada kartu, dengan layer image sebagai layer aktif, tekan
ctrl + G untuk mengaktifkan clipping mask iamge apda layer
kartum, sehingga iamge akan mengikuti bentuk kartu, meski
digeser atau dirubah posisinya
Langkah 18: Duplikasi layer kartu beri nama kartu2 lalu
drag layer ini hingga posisinya menjadi layer yang terletak
paling atas.kemudian berikan layer style pada layer sesuai
setting :
Gradient overlay yang digunakan :

Langkah 19: hasil efek style pada leyr kartu2 akan


menghasilkan efek seperti image dibawah ini (menutup semua
image pada layer dibawahnya). Agar in tidak terjadi, maka
pada palette layer, kurangi Fill Level dari layer kartu2
menjado 0% agar tidak ada pixel/warna yang diisikan pada
layer ini (tanpa mempengaruhi efek dari gradient overlay),
lalu set opacity level menjadi sekitar 30-50% agar efek
highlight/pencahayaan terlihat dari gradient overlay yang
digunakan. Seperti yang terlihat pada gambar :
[image hasil style kartu2]

[setting Fill dan opacity level]


[hasil akhir]

Langkah-langkah diatas adalah dasar pembuatan image SIM


Card, untuk mendapat hasil lebih baik lagi dapat di lakukan
langkah-langkah tambahan dan efek-efek tambahan untuk
mendapatkan image secara keseluruhan yang lebih baik,
misalkan menggunakanimage berganda dan edit sendiri pada
image kartu, atau pada lingkungan kartu.
[Hasil akhir Yakusa team]

You might also like