0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan12 halaman

MPP 1

Makalah ini membahas dua paradigma manajemen pelayanan publik yaitu Old Public Administration dan New Public Management. Old Public Administration menekankan pemisahan antara politik dan administrasi serta efisiensi, sedangkan New Public Management hadir untuk mengatasi kelemahan Old Public Administration dengan menekankan akuntabilitas dan kinerja.

Diunggah oleh

Faisal Azmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan12 halaman

MPP 1

Makalah ini membahas dua paradigma manajemen pelayanan publik yaitu Old Public Administration dan New Public Management. Old Public Administration menekankan pemisahan antara politik dan administrasi serta efisiensi, sedangkan New Public Management hadir untuk mengatasi kelemahan Old Public Administration dengan menekankan akuntabilitas dan kinerja.

Diunggah oleh

Faisal Azmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1/ 12

MAKALAH

MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK

Oleh :

PUTRI CINDY Y ANAVIA 1410841008

AULIA TIARA ASRINA 1410841017

TRIANA ANGGUN 1410842007

NI PUTU MAHYA HD 1410842009

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS ANDALAS

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Administrasi negara adalah ilmu sosial terapan yang muncul belakangan, tepatnya pada
akhir abad ke-19. Administrasi negara dilahirkan dari induknya ilmu administrasi atau
manajemen dan politik. Perkembangan administrasi secara dinamis telah menimbulkan
berbagai macam paradigma. Sehingga para ahli disiplin ilmu ini dituntut untuk mencermati
setiap fase perjalanan dari ilmu administrasi itu sendiri. Perubahan yang signifikan dalam
implementasi administrasi di berbagai negara telah mewarnai pandangan setiap para ahli,
sehingga paradigma administrasi negara ini berbeda dari zaman ke zaman. Perkembangan
dari paradigma administrasi negara sebenarnya tidak terlepas dari peran para pakar ilmu
administrasi negara. Para pakar tersebutlah yang menentukan definisi dari kajian ilmu
administrasi negara sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat.
Pergeseran paradigma pun menyebabkan lahirnya paradigma baru. Dan pergeseran ini telah
mewarnai perkembangan administrasi negara itu sendiri. Bisa kita lihat bahwa admininistrasi
mempunyai bebarapa titik perbedaaan di dalam kehidupan masyarakat.

Dimulai dari perkembangan administrasi di Eropa hingga ke negara-negara yang


berkembang. Implementasi administrasi di berbagai negara juga sangat berbeda. Bahkan,
Eropa sebagai asal mula dari disiplin ilmu ini dalam pengimplementasian sistem
administrasinya sangat berbeda dengan negara Amerika dan Inggris. Paradigma tidak bisa
dilegalisasi begitu saja tanpa alasan yang kuat dan sesuai dengan keingingan masayarakat.
Karena penerapan sebuah paradigma itu dalam kehidupan masyarakat, apabila paradigma
tersebut bisa diterima dan sesuai dengan harapan masyarakat. Para ahlipun dalam memahami
keefektifan suatu paradigma apabila paradigma itu berdaya guna dalam pemberdayaan
masyarakat. dalam makalah ini digambarkan bahwa perkembangan Administrasi Publik sejak
munculnya paradigma pertama sampai perkembangan Old Public Administration, New Public
Manajemen, New Public Service. Kemudian berkembang pula paradigma lainnya yaitu Good
Governance dan sekarang juga hadir paradigma baru yang melengkapi kegagalan dari Good
Governance yaitu Sound Governance.

Dalam makalah ini yang akan dibahas oleh penulis yaitu tentang Old Public
Adminstration dan New public Management. The Old Public Administration pertama kali
dikemukan oleh mantan Presiden AS dan juga merupakan Guru Besar Ilmu politik, Woodrow
Wilson. Beliau menyatakan bidang administrasi itu sama dengan bidang bisnis. Maka dari itu
munculah konsep ini, konsep Old Public Administration ini memiliki tujuan melaksanakan
kebijakan dan memberikan pelayanan, dimana dalam pelaksanaannya ini dilakukan dengan
netral, profesional, dan lurus mengarah kepada tujuan yang telah ditetapkan. Ada dua kunci
dalam memahami OPA ini, pertama, adanya perbedaan yang jelas antara politik (policy)
dengan administrasi. Kedua, perhatian untuk membuat struktur dan startegi pengelolaannya
hak organisasi publik diberikan kepada manajernya (pemimpin), agar tugas-tugas dapat
dilakukan secara efektif dan efisien. Dan selanjutnya yaitu New Public Management, di
dalam sistem pemerintahan dikenal istilah New Public Management yang merupakan
paradigma baru pada tahun 1990-an yang kosepnya terkait dengan manajemen kinerja sektor
publik. NPM pada awalnya lahir di negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Namun,
negara-negara berkembang juga mulai menggunakan konsep ini, begitu juga Indonesia

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengertian dan perkembangan Old Public Administrasi?
2. Bagaimana pengertian dan perkembangan New Public Management?

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan perkembangan Old Public Administrasi
2. Untuk mengetahui pengertian dan perkembangan New Public Management

BAB II

PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Old Public Administrasi

Administrasi publik sebagaimana yang dikemukakan oleh Woodrow Wilson


(1887/1987) seorang mantan Presiden AS dan Guru Besar Ilmu Politik di Princeton
University AS melaksanakan konstitusi itu lebih sulit ketimbang membuatnya. Wilson
memberikan saran agar pemerintahan itu mempunyai struktur mengikuti model bisnis yakni
mempunyai eksekutif otoritas, pengendalian (controlling), yang amat penting mempunyai
struktur organisasi hierarki, dan upaya untuk melaksanakan kegiatan mewujudkan tujuan itu
dilakukan secara efisien. Konsep ini sering juga disebut dengan The Old of Public
Administration . Tugasnya adalah melaksanakan kebijakan dan memberikan pelayanan.

Dalam paradigma OPA, gerakan untuk melakukan perubahan yang lebih baik telah
diprakarsai oleh Woodrow Wilson. Dimulai sejak awal lahirnya ilmu administrasi publik
yang dibidani oleh lahirnya tulisan Woodrow Wilson ini pada tahun 1887 dengan judul The
Study of Administration . Ia menyarankan agar administrasi publik harus dipisahkan dari
dunia politik (dikotomi politik-administrasi). Berdasarkan pengalaman Wilson, negara terlalu
memberi peluang bagi para administrator untuk mempratekan sistem nepotisme. Karenanya
ia mengeluarkan doktrin untuk melakukan pemisahan antara dunia legislatif (politik) dengan
dunia eksekutif, dimana para legislator hanya merumuskan kebijakan dan para administrator
hanya mengeksekusi atau mengimplementasikan kebijakan.

Menurut Woodrow Wilson ada dua tema kunci memahami administrasi negara :

a. Ada perbedaan yang jelas antara politik (policy) dengan administrasi. Perbedaan itu
dikaitkan dengan akuntabilitas yang harus dijalankan oleh pejabat terpilih dam
kompetensi yang netral dimiliki oleh administrator.
b. Adanya perhatian untuk menciptakan struktus dan strategi pengelolaan administrisasi
yang memberikan hak organisasi publik dan manajernya yang memungkinkan untuk
menjalankan tugas-tugas secara efektif dan efisien.

- Karaktristik paradigma old public administration adalah :

1. Struktur organisasi masih top down belum bottom Up, artinya aturan, perintah, atau
tugas-tugas yang diperintahkan oleh legislator atau pembuat keputusan harus secara
mentah diterapkan atau dikerjakan oleh administrasi atau implementator (top
down), tanpa melihat dan memahami keluhan, dan kendala dari pihak
implementator (bottom UP).

2. Menerapkan sistem rasionalitas, efisinsi dan evktivitas, apabila ketiga hal ini telah
tercapai maka kualitas pelayanan public dapat diatakan berhasil.

3. Sistemnya tertutup, yakni proses legislasi dan ekskusi kebiakan hanya dilakukan oleh
actor politik saja tanpa adanya stakeholder, dan pihak lain.artinya segala sesuatu
masih diatur oleh pemerintah dan tidak ada pihak lain.

4. Peraturan didewakan sebagai tuan yakni semua pejabad harus taat pada peraturan
yang diterapkan oleh pimpinan politik.

- Inti dari Old Public Administration dapat disimpulkan sebagai berikut :


1. Titik perhatian pemerintah adalah pada jasa pelayanan yang diberikan langsung oleh
dan melalui instansi-instansi pemerintah yang berwenang.
2. Public Policy dan administartion berkaitan dengan merancang dan melaksanakan
kebijakan-kebijakan untuk mencapai tujuan-tujuan publik.
3. Administrasi publik hanya memainkan peran yang lebih kecil dari proses pembuatan
kebijakan-kebijakan pemerintah ketimbang upaya untuk melaksanakan kebijakan
publik
4. Upaya memberikan pelayanan harus dilakukan oleh para adminstrator yang
bertanggungjawab kepada pejabat politik dan yang diberikan diskeresi terbatas untuk
melaksanakan tugasnya
5. Para administrator bertanggung jawab kepada pemimpin politik yang dipilih secara
demokratis
6. Program-program kegiatan di administrasikan secara baik melalui garis hierarki
organisasi dan dikontrol oleh para pejabat dari hierarki atas organisasi
7. Nilai-nilai utama dari administrasi publik adalah efesiensi dan rasionalitas
8. Administrasi publik dijalankan sangat efesien dan sangat tertutup karena itu warga
negara keterlibatannya amat terbatas
9. Peran dari administrasi publik dirumuskan secara luas seperti planning, organizing,
staffing, directing, coordinating,reporting, budgeting
Ide konsep the old public Administration ini bisa berlangsung pada semua sektor
kehidupan pemerintahan, mulai dari hal atau sektor pertahanan, kesejahteraan rakyat,
pendidikan, transportation, kesehatan masyarakat dan lain-lainnya.
New Public Management
- Kritik terhadap paradigma Old public administration

Dalam OPA Pemerintahan yang kaku dan sentralistik sebagaimana yang dianut oleh
OPA, karena masih kuatnya kewenangan penuh oleh pmerintah dalam membuat
kebijakan, hal ini berindikasi adanya kebijakan yang menguntungkan pemerintah saja
ttapi tidak dapat mensejahterakan masyarakat umum. Kemudian paradigma OPA dan
kurang relevan dalam menempatkan persoalan-persoalan publik karena memiliki landasan
filosofis dan ideologis yang kurang sesuai (inappropriate) dengan administrasi Negara
yakni menerapkan prinsip keterbukaan dan responsifnes, sehingga perlu dibuatnya
paradigma baru.

2.2. Pengertian New Public Management

Melihat gagalnya konsep old public administracy para ilmuan amerika seprti david
Osborn dan ted gebler menyarankan suatu system baru yakni new public managemen (NPM),
yakni konsep NPM juga memiliki keterkaitan dengan permasalahan manajemen kinerja
sektor publik karena pengukuran kinerja menjadi salah satu prinsip NPM yang utama.
Gerakan NPM pada awalnya terjadi di negara-negara maju di Eropa, akan tetapi pada
perkembangannya konsep NPM telah menjadi suatu gerakan global, sehingga negara-negara
berkembangpun juga terkena pengaruh penyebaran global dari konsep ini.
New Publik Management (NPM) adalah paradigma baru dalam manajemen sektor publik.
NPM biasanya dikawankan dengan Old Publik Management (OPM). Konsep NPM muncul
pada tahun 1980-an dan digunakan untuk mellukiskan sektor publik di Inggrin dan Selandia
Baru. NPM menekankan ada control atas output kebijakan pemerintah, desentrallisasi otoritas
menajement, pengenalan pada dasar kuasi-mekanisme pasar, serta layanan yang berorientasi
customer.

Asal NPM berasal dari pendekatan atas menejemen publik dan birokrasi. Selama ini
birokrasi erat dikaitakan dengan manajemen sektor publik itu sendiri. Birokrasi dianggap erat
berkait dengan keengganan maju, kompeksitas hirarki jabatan dan tugas, serta mekanisme
pembuatan keputusan yang top-down. Fokus dari NPM sebagai sebuah gerakan adalah
pengadopsian keunggulan teknik manajemen perusahaan sektor publik untuk
diimplementasikan dalam sektor publik dan pengadministrasiannya.

- Prinsip-prinsip NPM
1. Penekanan pada keahlian menajemen profesioanal dalam mengendalikan organisasi.
2. Standar-standar yang tegas dan terukur atas performa organisasi, termasuk klarifikasi
tujuan, target, dan indikator-indikator keberhasilannya.
3. Peralihan dan pemanfaatan kendali input menjadi output, dalam prosedur-prosedur
birokrasi yang seluruhnya diukur lewat indikator-indikator performa kuantitatif.
4. Peralihan dari sistem manajemen tersentral menjadi desentralistik dari unit-unti sektor
publik.
5. Pengenalan pasa kompetisi yang lebih besar dalam seltor publik, seprti penghematan
dana dan pencapaian stanndar tinggi lewat kontrak dan sejenisnya.
6. Penekanan pada praktek-praktek manajeman bergaya perusahaan swasta seperti
kontrak kerja singkat, pembangunan rencana korporasi, dan pernyataan misi.
7. Penekanan pasa pemangkasan, efisiensi, dan melakukan elebih banyak sumber daya
yang sedikit.

Berberapa pihak berpendapat bahwa NPM tidak tapat diterapkan untuk negara-negara
berkembang, karena dalam implementasinya mereka mengalami kesulitan, akibat adanya
kecenderungan birokrasi yang masih sulit dihilangkan. Pengadopsian model NPM yang
dilakukan oleh negara berkembang ini belum diketahui efektifitasnya khusunya di Indonesia.
Sebagai negara yang ingin menjadi negara yang maju, Indonesia berusaha menerapkan NPM
meski ada sikap pesimis dari berbagai pihak mengenai kesanggupan penerapannya. Salah
satu yang menonjol adalah Reformasi birokrasi Departemen Keuangan dan Badan Pemeriksa
Keuangan. Dalam reformasinya, kedua instansi ini berfokus pada pilar-pilar yang menajpi
pokok perubahan birokrasi.

Dalam reformasi birokrasinya, sebagai penerapan dari NPM, baik Departemen Keuangan
maupun Badan Pemeriksaan menggunakan konsep Balanced Score Card, yaitu dengan
membentuk strategy map dan key performence indicators (KPI) sebagai standar dan alat
pengukuran kinerja. Bisa dikatakan bahwa dalam konsepnya kedua instansi ini sukses, hanya
saja dalam pelaksanaanya dirasa masih setengah hati, terllihat dari belum sinkronnya antara
program dengan strategi yang dibentuk, juga antara program dengan KPI, terlebih pada
anggarannya ada format DIPA. Hal ini saling berkaitan, karena money follow functions.
Ketika strategi, program beserta KPInya terbentuk secara rapi, maka tentunya anggaran akan
mengikuti mekanisme tersebut.

Selain itu, beberapa hal yang menandakan karakteristik NPM menurut Crishtopher Hood
yang telah diterapkan di Depkeu dan BPK adalah:
1. Manajemen profsional disektor publik; secara bertahap, mereka sudah mulai
menerapkan, yaitu mengelola organisasi secara profesional, memberikan batasan,
tugas pokok dan fungsi serta deskripsi kerja yanag jelas, memberikan kejelasan,
wewenang dan tanggung jawab.
2. Penekanan terhadap pengendalian output dan outcome; sudah dilakukan dengan
penggunaan performance budgeting yang dirancang oleh Direktorat Jenderal
Perbendaharaan. Perubahan atas sistem anggaran yang digunakan ini merupakan yang
tepenting yang terkait dengan penekanan atas pengndalian output dan outcome.
3. Pemecahan unit-unit kerja di sektor publik; hal ini sudah sejak lama dilakukan oleh
Depkeu juga BPK, yaitu adanya unit-unit kerja tingkat eselon 1.
4. Menciptakan persaingan disektor publik; hal ini juga sudah dilakukan, yaitu adanya
mekanisme kontrak dan tender kompetitif dalam rangka penghematan biaya dan
peningkatan kualitas serta privatisasi.
5. Mengadopsi gaya manajemen dari sektor bisnis ke sektor publik; hampir diseluruh
eselon 1 di Depkeu sudah menerapkannya, dengan adanya modernisasi kantor baik di
Ditjen Pajak, Ditjen Perbendaharaan, maupun Ditjen Bea Cukai, juga terkait dengan
pemberian remunerasi sesuai job grade karyawan. Demikian juaga di BPK, selain
modernisasi kantor dan remunerasi, hubungan antara atasan dan bawahan semakin
dinamis, gap senioritas dan hanya muncul dalam hal-hal profesionalisme yang
dibutuhkan.
6. Disiplin dan penghematan penggunaan sumber daya; dalam hal disiplin biaya,
implementasi pada kedua instansi ini masih diragukan karena masih ada aset-aset
yang dibeli melebihi spesifikasi kebutuhan. Sedangkan dalam hal disiplin pegawai
adanyamodal presensi menggunakan finger print sudah sangat efektif dilakukan.

Penerapan New Public Management di Indonesia dapat dilihat dari penerapan beberapa
karakteristik-karakteristiknya didalam praktek-praktek yang tengah dijalankan oleh instansi-
instansi pemerintahan di Indonesia. NPM ini telah dicoba diterapkan juga pada Pemerintahan
Daerah, yaitu sejalan dengan penerapan otonomi daerah di Indonesia muali tahun 2004. Bisa
dikatakan, bahwa penerapan NPM ini memberikan dampak positif dalam beberapa hal.,
misalnya peningkatan efisiensi dan produktifitas kinerja pemerintah daerah, yang pada
akhirnya mampu meningkatakan kualitas pelayanan publik. Hal ini dapat dipahami melalui
salah satu karakteristik NPM menurut Christopher Hood, yaitu menciptakan persaingan
disektor publik. Sehingga apa yang dikatakan oleh pemerintah daerah adalah berusaha
bersaing untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, dan pada
gilirannya, publiklah yang diuntungkan dalam upaya ini.
- Karaktristik dari New Public managemen, yang dikenal dengan konsep
Reiventing goverment adalah :

1. Pemerintahan yang katalis


yakni pemerintah berperan untuk mengarahkan, bukan mengayuh, sderhananya
pemerintah membuat dan menetapkan kebijakan, administrasi dibantu oleh swasta
sebagai pihak ketiga sebagai implementator dari kebijakan teresbut.
2. Pemerintahan yang memberdayakan rakyat
yakni memberikan kewenangan kepada mayrarakat melalui pemberdayaan
masyarakat untuk menunjang kemajuan ekonomi Negara, contohnya pemerintah
memfasilitas dan menerapkan pendidikan dan pelatihan usaha kecil menengah
kepada masyarakat supaya masyarakat dapat menjadi mandiri memenuhi ekonomi
mereka sendiri
3. Pemerintahan yang kompetitif
Yakni membangun semangat kompetisi atar wilayah untuk saling menampilkan
kreasi daerah dan potensi yang dimiliki daerah untuk menggaet ktertarikan dari
investor.
4. Pemerintahan yang digerakkan oleh visi
Menerapkan sistm berdasarkan tujuan bukan pada aturan.
5. Pemerintahaan wirausaha
Pelayan public memuaskan kebutuhan pelanggan, bukan birokrasi, karena pada
OPA birokrasi hanya melayani kepntingan atasan, bukan kepentingan pelanggan
(masyarakat).
6. Pemerintahan wirausaha
Didasarkan pada kerugian keuangan pmrintah, olehkarena itu birokrasi daerah
harus memberikan penghasilan dari layanan public, hal ini dibutuhkan untuk
membantu menyokong keuangan pemrintah (artinya birokrasi baik pengurusan
surat-sirat atau hal lainnya dijual, sehingga pelayanan public itu mnjadi malhal)

- Kritik terhadap paradigma New Public management


Dalam era new public management menjadikan birokrasi jadi semakin mahal, dimana
para birokrat menjual birokrasi kepada pelanggan dimana dampaknya adalah birokrasi
hanya melayani orang yang berduit, sementara syarakat yang ekonomi rendah kurang
diprioritaskan. Kemudian disisi lain Dalam pandangan NPM, organisasi pemerintah
diibaratkan sebagai sebuah kapal. Menurut Osborne dan Gaebler, peran pemerintah di atas
kapal tersebut hanya sebagai nahkoda yang mengarahkan (steer) lajunya kapal bukan
mengayuh (row) kapal tersebut. Urusan kayuh-mengayuh diserahkan kepada organisasi di
luar pemerintah, yaitu organisasi privat dan organisasi masyarakat sipil ,pemerintah yang
hanya sebagai pengarah memberikan pemerintah energi ekstra untuk mengurus persoalan-
persoalan domestik dan internasional yang lebih strategis, misalnya persoalan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan perdagangan luar negeri.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dalam paradigma OPA, gerakan untuk melakukan perubahan yang lebih baik telah
diprakarsai oleh Woodrow Wilson. Berdasarkan pengalaman Wilson, negara terlalu memberi
peluang bagi para administrator untuk mempratekan sistem nepotisme. Karenanya ia
mengeluarkan doktrin untuk melakukan pemisahan antara dunia legislatif (politik) dengan
dunia eksekutif, dimana para legislator hanya merumuskan kebijakan dan para administrator
hanya mengeksekusi atau mengimplementasikan kebijakan. Kemudian paradigma OPA dan
kurang relevan dalam menempatkan persoalan-persoalan publik karena memiliki landasan
filosofis dan ideologis yang kurang sesuai (inappropriate) dengan administrasi Negara yakni
menerapkan prinsip keterbukaan dan responsifnes, sehingga perlu dibuatnya paradigma baru
yaitu dengan paradigma New Public Management.

Konsep NPM muncul pada tahun 1980-an dan digunakan untuk mellukiskan sektor
publik di Inggrin dan Selandia Baru. NPM menekankan ada control atas output kebijakan
pemerintah, desentrallisasi otoritas menajement, pengenalan pada dasar kuasi-mekanisme
pasar, serta layanan yang berorientasi customer. New Public Management diterapkan tidak
hanya di negara-negara level kemakmuran tinggi tapi juga diterapkan di negara-negara
dengan tingkat kondisi yang setara dengan Indonesia seperti India, Thailand, ataupun
Jamaika. Dan di Indonesia penerapan NPM ini memberikan dampak positif dalam beberapa
hal., misalnya peningkatan efisiensi dan produktifitas kinerja pemerintah daerah, yang pada
akhirnya mampu meningkatakan kualitas pelayanan publik.

REFERENSI :

Thoha,miftah. 2008. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer.Jakarta : Kencana

Dino Yudha, Penerapan New Public Management di Indonesia:,diakses dari


http://dinoyudha.wordpress.com/2009/05/14/pererapan-new-public-maagement-di-indonesia-
sebuah -opini/, pada tanggal 26 desember 2011

Eka, Septinia. Jurnal Ilmiah Perjalanan Old Public Administration (OPA), New Public
Management (NPM) hingga New Public Service (NPS)

Dwiyanto, Agus. 2005. Mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan


Publik. Jogjakarta: Gadjah Mada Univ. Press,

Kumorotomo,Wahyudi.2005. Jurnal Ilmiah Akuntabilitas Birokrasi Publik: Sketsa pada


masa Transisi.Jogjakarta: MAP UGM,

Anda mungkin juga menyukai