0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan25 halaman

tugas aplikom

Diunggah oleh

Rifnida Zulfa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan25 halaman

tugas aplikom

Diunggah oleh

Rifnida Zulfa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1/ 25

MAKALAH

BISNIS INTERNASIONAL

Rifnida Zulfa Akmalia

0222037

UNIVERSITAS LINGGABUANA PGRI SUKABUMI

FAKULTAS EKONOMI

2023
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan kesehatan dan kesempatan bagi saya untuk menyelesaikan makalah
Manajemen Strategi ini dengan baik. Tidak lupa juga saya mengucapkan banyak
terimakasih kepada Bapak/Ibu dosen yang telah membimbing saya dalam pengerjaan
makalah ini.

Penulisan makalah ini bertujuan supaya mahasiswa lebih memahami dan


mengetahui bagaimana konsep perusahaan go internasional, sejarah dan pencapaian
yang didapatkan oleh PT. Nestle Indonesia.

Saya harapkan semoga makalah ini dapat berguna dan bisa membantu kesulitan
para pembaca. Saya sadar jika penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
maka dengan ini saya sangat mengharapkan saran dan krtitik dari para pembaca.

Sukabumi, 07 Mei 2023

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
BAB l..........................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................4
A. Latar Belakang..................................................................................................................................4
1.1 Rumusan Masalah.........................................................................................................................5
1.2 Tujuan........................................................................................................................................5
1.3 Manfaat......................................................................................................................................5
BAB II.........................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................6
A. Sejarah Singkat Perusahaan.............................................................................................................6
B. Visi dan Misi Nestle.........................................................................................................................10
2.1 Tujuan Nestle...........................................................................................................................10
2.2 Produk Yang Dijual.................................................................................................................10
2.3 Kenapa Perusahaan Melakukan Go Internasional...............................................................13
2.4 Jangkauan Pemasaran (Internasional)..................................................................................15
2.5 Prospek Pengembangan Pasar Internasional........................................................................16
2.6 Strategi Pasar Internasional...................................................................................................16
2.7 Strategi Pengembangan Perusahaan (Internasional)............................................................17
2.8 Strategi Bisnis..........................................................................................................................19
BAB III......................................................................................................................................................24
KONKLUSI DAN SARAN.......................................................................................................................24
A. KONKLUSI.....................................................................................................................................24
BAB l

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nestlé dimulai pada 1866, didirikannya Anglo-Swiss Condensed Milk Company.


Henri Nestlé kemudian menciptakan sebuah produk makanan terobosan untuk bayi
pada 1867, dan pada 1905 perusahaan yang didirikannya bergabung dengan Anglo-
Swiss, untuk membentuk yang sekarang ini dikenal sebagai Grup Nestlé. Selama
periode ini, berbagai daerah berkembang dan jalur kereta api serta penggunaan kapal
uap membantu mengurangi harga komoditas, memacu perdagangan barang konsumen
secara internasional.
Dengan pasokan susu segar yang berlimpah di Swiss, mereka memanfaatkan
pengetahuan yang telah mereka dapatkan di negara asal mereka untuk mendirikan
pabrik susu kental manis pertama di Eropa di Cham. Mereka mulai memasok kota-
kota industri di Eropa dengan produk bermerek MILKMAID, memasarkannya sebagai
alternatif yang lebih aman dan tahan lama dari susu segar.
Pendiri Nestlé, seorang ahli farmasi dari Jerman bernama Henri Nestlé,
menciptakan produk 'farine lactée' (yang artinya tepung dan susu) di Vevey, Swiss.
Produk ini merupakan kombinasi susu sapi, tepung gandum dan gula.
Nestlé sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak akhir abad ke-19 lewat
produk “Tjap Nona” (Cap Nona). Pada tahun 1910 pemasaran produk Nestlé
dilakukan oleh cabang Nestlé di Singapura. Produk-produk Nestlé begitu
mendominasi pasaran susu kental manis di Indonesia sehingga para konsumen
mengidentifikasi semua jenis susu sebagai “Tjap Nona”.
Pada tahun 1930 Nestlé memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk jenis
produk susu. Kuatnya tim pemasaran yang terjun ke desa-desa serta aktifnya upaya
Nestlé menjaga mutu, dengan mengganti kaleng-kaleng tua di toko-toko dan warung-
warung dengan produk baru, merebut kepercayaan dan kesetiaan para konsumen.
Keberhasilan Nestlé di Indonesia disebabkan oleh produk yang bermutu tinggi
yang diminati oleh para konsumen dan didukung oleh jaringan distribusi yang efisien
dan staf penjualan dan sistem manajemen yang profesional.

1.1 Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah perusahaan Nestlé?


2. Kenapa perusahaan Nestlé melakukan go Internasional?
3. Apakah strategi pengembangan perusahaan Nestlé?
4. Apakah ada masalah dengan stategi pengembangan yang digunakan
perusahaan Nestlé?

1.2 Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk :

1. Menambah pengetahuan mengenai sejarah perusahaan Nestlé.


2. Menambah wawasan mengenai gambaran umum perusahan Nestlé
3. Memenuhi tugas mata kuliah manajemen strategi

1.3 Manfaat

Manfaat dibuatnya makalah ini adalah untuk :


1. Menambah ilmu pengetahuan mengenai perusahaan Nestlé
2. Mengetahui strategi bisnis untuk Go Internasional
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Nestlé merupakan produsen makanan terkemuka di dunia yang memasok lebih


dari 10 juta produk makanan ke pasaran setiap tahunnya. ‘Good Food, Good Life’
merupakan slogan Nestlé yang menggambarkan komitmen Nestlé sebagai produsen
makanan yang peduli akan kesehatan umat manusia dengan menghasilkan makanan
yang sehat, bermutu, aman, berkualitas, bergizi, dan menyenangkan untuk dikonsumsi
demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Pada tahun 1910 susu ‘Tjap Nona’ masuk ke pasaran Indonesia melalui
distributor yang ada di Singapura. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1965
pemerintah membuka kesempatan berinvestasi bagi investor asing. Kebijakan ini
mendorong Nestlé dan para mitranya untuk membuka usaha di Indonesia. Pada
tanggal 29 Maret 1971, Nestlé S.A yang berpusat di Vevey, Swiss bersama mitra
lokalnya mendirikan PT. Food Specialties Indonesia. Pabrik pertama didirikan di
Waru, Jawa Timur. Pabrik ini didirikan pada tahun 1972 dan mulai beroperasi pada
tahun 1973 yang menghasilkan susu Tjap Nona.
Pada awal 1980 produksi susu segar mengalami peningkatan drastis, kondisi
tersebut merupakan salah satu keberhasilan PT Food Specialties Indonesia dalam
membina petani sapi perah. Hal ini mendorong PT Food Specialties Indonesia
mendirikan pabrik baru. Pabrik ini didirikan di Kejayan pada tahun 1984 dan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1988 serta diresmikan oleh Presiden RI (pada
saat itu) Soeharto, pada Juni 1988.
Pada tahun 1979, PT Nestlé Beverages Indonesia (dahulu bernama PT Indofood
Jaya Raya) yang memiliki pabrik di Panjang, Lampung, mulai memproduksi kopi
instan ‘Nescafé’. Selain pure coffee, PT Nestlé Beverages Indonesia juga
memproduksi mixes coffee dalam berbagai aroma. Pada tahun 1997 Nescafé mulai
memasuki pasaran Rusia dalam kemasan jar dan dua tahun kemudian produksi kopi
instan dalam kemasan kaleng dihentikan. Selanjutnya pada tahun 2001 sebagian proses
pengemasan untuk produk 3in1 diserahkan ke co-manufacturer dan PT Nestlé
Beverages Indonesia berganti nama menjadi PT Nestlé Indonesia.
Pada tahun 1988 Nestlé pusat mengakusisi Rowntree Macintosh dari Inggris
sehingga membuka peluang Nestlé untuk mengembangkan usahanya di bidang
kembang gula. Pabrik PT Food Specialties Indonesia yang merupakan anak
perusahaan Nestlé mengambil alih PT Multi Rasa Agung, yang memiliki pabrik di
Cikupa, Tangerang dan menghasilkan permen dengan merek dagang ‘Foxs’. Pada
tahun 1990 diresmikan pabrik baru di Cikupa, Tangerang. Pada tahun 1992, dalam
rangka memperluas usahanya, PT Multi Rasa Agung memperluas pabriknya dan
memproduksi permen dengan merek dagang ‘Polo’. Pada 1996 PT Multi Rasa Agung
berganti nama menjadi PT. Nestlé Confectionery Indonesia dan mulai memproduksi
‘Nestea Powder’ pada tahun 1997.
Selain pabrik Waru, Kejayan, Cikupa dan Panjang, Nestlé Indonesia juga
memiliki sebuah pabrik di Telaga yang memproduksi mie instan. Sejak tahun 1999
dilakukan penggabungan manajemen secara bertahap di PT Nestlé Indonesia dan
pabrik-pabriknya. Pada Desember 1999, PT Nestlé Indonesia dan PT Nestlé Asean
Indonesia berubah menjadi PT Nestlé Indonesia, yang kedua pada akhir tahun 2000 PT
Nestlé Confectionery Indonesia bergabung dengan PT Supmi Sakti, kemudian berubah
menjadi PT Nestlé Indonesia dan pabrik Telaga ditutup. Ketiga, pada akhir tahun 2001
PT Nestlé Beverages Indonesia dan PT Nestlé Distribution Indonesia bergabung
dengan PT Nestlé Indonesia. Pada Juni 2002, pabrik Waru dilikuidasi dan digabung
dengan pabrik Kejayan.
PT Nestlé Indonesia juga semakin memperluas usahanya dengan melakukan
perjanjian kerjasama dengan perusahaan lain. Salah satu kerjasama yang dilakukan
berlangsung pada 1 April 2005. PT Nestlé dan PT Indofood Sukses Makmur, TBK
melakukan kerjasama dalam bentuk joint venture. Perusahaan ini diberi nama PT
Nestlé Indofood Citarasa Indonesia (NICI). Perusahaan ini menghasilkan produk-
produk bumbu masakan yang akan dipasarkan di Indonesia. Sejak tanggal 29
Desember 1993, PT Food Specialties Indonesia telah resmi berganti nama menjadi PT
Nestlé Indonesia.
Tabel 1. Sejarah singkat PT Nestlé di Indonesia

Waktu Perkembangan

Abad Produk Nestlé Milkmaid dikenal sebagai


19 ‘Tjap Nona’.

29 Berdirinya PT Food Specialties Indonesia.


Maret
1971

1972 Berdirinya Pabrik Waru, Jawa Timur.

1973 Pabrik Waru mulai beroperasi dengan


menghasilkan produk susu.

12 Berdirinya PT Indofood Jaya Raya yang


April 1978 kemudian berganti nama menjadi PT Nestlé
Beverages Indonesia.

1979 Berdirinya Pabrik Panjang, Lampung yang


menghasilkan produkproduk kopi.

1988 Berdirinya Pabrik Kejayan, Jawa Timur


yang menghasilkan produkproduk susu bubuk.

1990 Berdirinya Pabrik Cikupa, Tangerang yang


menghasilkan produk-produk confectionery.

1993 Perubahan nama PT Food Specialties


menjadi PT Nestlé Indonesia.

1995 Pengakusisian PT Supmi Sakti yang


memproduksi mie instant dengan pabrik yang
berlokasi di Telaga.

1998 PT Sumber Pangan Segar dan PT Rola


Perdana ditunjuk sebagai distributor utama PT
Nestlé Indonesia. Selanjutnya kedua perusahaan
ini bergabung dan berganti nama menjadi PT
Nestlé Distribution Indonesia yang merupakan
distributor tunggal.

2001 Penggabungan perusahaan-perusahaan yang


tergabung dalam Grup PT

Nestlé Indonesia menjadi satu badan hukum


PT Nestlé Indonesia.

2002 Pengintregasiaan Pabrik Waru dengan


Pabrik Kejayan.

2005 Pembentukan joint venture dengan PT


Indofood Sukses Makmur, TBK
dengan nama perusahaan PT Nestlé
Indofood Citarasa Indonesia.

B. Visi dan Misi Nestle

Nestle mencoba memberikan dan memfasilitasi yang terbaik untuk kehidupan


masyarakat melalui cara hidup mereka di dunia dengan memenuhi kebutuhan
konsumen dan memberikan solusi Nestle memberikan kontribusi pada kualitas
kehidupan yang lebih baik.

Nestle selalu memperhatikan lingkungan sekitar dengan cara menciptakan


lingkungan sehat bagi semua orang di seluruh dunia, pihak Nestle merealisasikan
keinginannya untuk memberikan dan menciptakan lingkungan yang sehat untuk semua
orang di seluruh dunia dengan mengadakan kerjasama dengan para ahli untuk
memberikan dan mengantisipasi masalah-masalah tentang lingkungan sehat bagi
seluruh dunia.

2.1 Tujuan Nestle

Nestle berkeinginan kuat untuk memberikan produk-produk yang sehat bagi


masyarakat luas di seluruh dunia sehingga orang-orang di seluruh dunia dapat terjamin
kesehatannya dengan hadirnya produk-produk Nestle yang terjamin kualitasnya.
Selain itu Nestle mempunyai tujuan seperti kebanyakan perusahaan lainnya yaitu ingin
dapat bersaing dengan perusahaan lainnya dengan persaingan yang sehat dan dapat
menguasai pasar dunia. Sekarang tujuan dari perusahaan Nestle untuk menguasai pasar
dunia secara sehat sudah hampir terwujud dengan menggunakan strategi pasar yang
bagus serta kerja keras Nestle semakin kuat dan berkembang dengan pesat.

2.2 Produk Yang Dijual

Beberapa contoh dari Produk Nestle adalah sebagai berikut :


1. Nestle meluncurkan produk andalannya berupa sereal sarapan untuk anak.
Keunikan produk tersebut didasari pada temuan pusat riset dan Pengembangan Nestle
di Swiss yang baru-baru ini berhasil menerapkan teknologi untuk memproses gandum.
Hasilnya lebih kaya nutrisi tanpa mengurangi kelezatan dan teksturnya.
2. Nestle juga meluncurkan makanan bayi yaitu nasi beras merah dan susu
nestle beras merah, serta makanan bayi dengan banyak pilihan rasa.
3. Susu Bear Brand terbuat dari susu sapi segar yang disterilkan dan dikemas
dalam bentuk kaleng dengan berta bersih 195 gr.
4. Nestle juga memproduksi susu untuk anak-anak yang beraneka rasa. yang
membuat anak-anak suka untuk minum susu.karena didalamnya tedapat beberbagi
macam vitamin.
5. Nestle juga memproduksi coklat yang enak-enak, dan tanpa bahan
pengawet serta tanpa pemanis buatan dan tidak ada campuran bahan-bahan kimia.

Berikut kategori produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Nestle Indonesia:


1. Kembang Gula & Coklat
 Fix’s
 KitKat
 Permen POLO
 MILO
 Nestle CRUNCH
2. Kopi
 NESCAFE Classic
 NESCAFE 3 in 1
 NESCAFE Kopi Susu Tubruk
 NESCAFE Mochaccino
 NESCAFE Capuccino
 NESCAFE GOLD
 NESCAFE Ice
 NESCAFE MENU
 NESCAFE MATE
3. Minuman
 MILO
 MILO 3 in 1
 NESTEA
4. Nutrisi Anak & Keluarga
 DANCOW +
 DANCOW BATITA
 DANCOW DATITA
 DANCOW NUTRIGOLD
 DANCOW Enriched
 DANCOW Actigo!
 DANCOW Full Cream
 DANCOW IDEAL
5. Makanan Pendamping ASI
 Nestle CERELAC Harga Ekonomis
 Nestle CERELAC Bubur Susu
6. Sereal Sarapan
 Nestle Fitnesse
 Nestle KOKO KRUNCH
 Nestle KOKO KRUNCH DUO
 Nestle CORNFLAKES
 Nestle MILO BALLS
 Nestle Honey Stars
 Nestle Cookies Crips
 Nestle Honey Gold Flakes
7. Produk Kuliner
 Carnation
 Nestle Cap Nona
8. Minuman Siap Minum
 Bear Brand
 MILO UHT
 MILO Can
 Nescafe Can
 Nescafe UHT
9. Nutrisi Kesehatan
 NUTREN Diabetik
 NUTREN Optimum
 NUTREN Fibre
 NUTREN Junior
 PAPTAMEN
 PAPTAMEN Junior

2.3 Kenapa Perusahaan Melakukan Go Internasional

Bagi perusahaan multinasional seperti PT Nestle, Nestle mempunyai konsep


multinasional dengan mengadakan program creating shared value (CSV). CSV
merupakan kegiatan bisnis yang menciptakan keuntungan atau manfaat bagi perusaahn
dan masyarakat dalam jangka panjang.

Konsep CSV di adopsi dari Chairman Nestle S.A., Peter Brabeck-


Letmathe”bahwa tantangan sesungguhnya bagi sebuah perusahaan adalah bagaimana
mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," kutipan Peter
Brabeck.

CSV Nestle ini fokus pada tiga bidang, yakni nutrisi, air, dan pembangunan
masyarakat perdesaan. Alasannya, sebagai perusahaan makanan dan minuman, basis
Nestle berada pada bisnis ini.

Di bidang nutrisi dan kesehatan dikembangkan program Nestle Health Zone,


Dancom Parenting Center, penyuluhan nutrisi seimbang menuju sehat, dan informasi
tentang sepuluh tanda umum anak bergisi baik. Program ini membidik siswa sekolah
dasar, anak jalanan, panti asuhan, yayasan, kader posyandu, dan aktivis lingkungan
dalam pencegahan AIDS.
Sejak 1994 Nestle secara terus menerus membina petani kopi di hampir seluruh
dunia. Hasil pembinaan membuat petani terampil menghasilkan standar kopi dunia
sehingga Nestle menyerap lebih dari 20.000 ton biji kopi untuk pasar lokal dan
internasional. Kemudian bermitra dengan 300 ribu peternak dan menyerap 5500 ribu
liter susu.

Perangkat utama Nestle dalam mencapai efisiensi operasional antara lain adalah
GLOBE yang memungkinkan berbagai cabang Nestle di seluruh dunia ‘berbicara’
dalam satu bahasa sama, definisi sama, perangkat sama dan ukuran sama pula.
Program GLOBE menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu dalam sebuah proses
dan menjadikan Nestle sebagai perusahaan yang saling berketerkaitan.

Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence)yang


merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan
dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh
dunia. Proyek GLOBE ini merupakan sistem ERP (enterprise resource planning) yang
menggunakan software SAP. Implementasi mySAP.com termasuk Workplace, SAP
R/3, BW, APO, CRM, EBP dan Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi
empat kegiatan pokok, yaitu Business Excellence, Data Standard&Data Management,
Information Technology dan Global Template.

Globe memfasilitasi adanya fleksibilitas, sehingga Nestle bisa menggunakan


berbagai model bisnis yang berbeda, baik itu produk premium global-driven seperti
Nespresso, bisnis yang dikelola secara regional seperti PetCare dan bisnis sangat lokal
seperti Culinary, bisnis yang berdiri terpisah seperti Jenny Craig atau bisnis yang
service-driven (Gerber Life). GLOBE memungkinkan tiap bisnis untuk beroperasi
dengan strukturnya yang paling optimal dan untuk mendorong timbulnya permintaan.
GLOBE terdiri dari praktik-praktik terbaik dari internal maupun eksternal, yang
kemudian diadopsi oleh seluruh penjuru organisasi dengan cepat. Praktik ini etrdiri
dari berbagai aspek organisasi, mulai dari Food Quality. Health & Safety, Pricing- The
Nestle Way, Supply Chain Management dan Marketing. Manfaat besar yang diperoleh
melalui GLOBE antara lain adalah: manajemen supply chain lebih baik dengan cara
mengurangi modal kerja dan penghematan, juga mempercepat proses peluncuran
produk ke pasar, sehingga menyediakan produk yang baru demi mendorong
pertumbuhan.

Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem
sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap
kompetitif di persaingan bisnis global. Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa
mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan sehingga dicapai
proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya
“sharing knowledge” antar masing-masing bagian.

Praktik ini yang umumnya memang saving-driven, namun juga berfokus pada
bagaimana melayani pelanggan dengan lebih baik, dan memberikan produk yang lebih
segar dan berkualitas tinggi, yang merupakan driver utama dari permintaan.
Keunggulan operasional ini merupakan keunggulan kompetitif Nestle dibandingkan
dengan lawan-lawannya. Jika pada umumnya sulit untuk menekan biaya selagi
mempertahankan value yang ada, maka Nestle mampu melakukannya dengan sangat
baik. Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem
sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap
kompetitif di persaingan bisnis global.

Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses
bisnis yang ada di perusahaan tersebut sehingga dicapai proses bisnis yang efisien dan
efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya “sharing knowledge” antar masing-
masing bagian.

2.4 Jangkauan Pemasaran (Internasional)

Nestle adalah bentuk usaha Joint Venture dengan menggunakan bentuk usaha ini
Nestle mempunyai keuntungan yaitu perusahaan dapat mengambil manfaat dari mitra
lokalnya mengenai pengetahuan tentang kondisi persaingan, budaya, bahasa, sistem
politik dan sistem bisnis di negara dimana perusahaan akan didirikan. Ketika
perkembangan biaya dan atau risiko pembukaan pasar luar negeri tinggi, suatu
perusahaan dapat mengambil keuntungan dengan cara berbagi biaya dan atau risiko ini
dengan mitra local, Sehingga Nestle dapat berkembang dengan cepat dan terjalin
hubungan yang kuat.

2.5 Prospek Pengembangan Pasar Internasional

Pada era globalisasi perdagangan dewasa ini, kondisi persaingan semakin ketat
dimana masing-masing negara saling membuka pasarnya. Pengembangan produk
Nestle selau melakukan pengembangan produk dengan memperhatikan selera
konsumen agar dapat di terima dan bersaing di pasar internasional.
Dampak krisis keuangan dunia dianalisa tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi
produk Nestle mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah tangga. Selama supply
produk-produk Nestle tetap terjamin dengan harga yang masih reasanable, maka
kemungkinan Pengembangan industri pengolahan produk Nestle akan tetap menarik
dan pengaruh krisis financial global tidaklah signifikan.

2.6 Strategi Pasar Internasional

Nestle, perusahaan consumer goods terkemuka di dunia, berusaha keras dalam


melakukan inisiatif optimisasi biaya terutama dalam hal manufaktur, dan berhasil
melakukan penghematan sekitar CHF 10 miliar. Program efisiensi operasional yang
dicanangkan oleh Nestle berhasil mencatatkan sukses, dimana penghematan yang
dilakukan melampaui target sebesar CHF 1 miliar pada 2007. Jika dihitung dari tahun
1996, maka Cost of Goods Sold (COGS)/Harga Pokok Penjualan (HPP) sudah
menurun dari 52.1% pada 1996 menjadi kurang dari 42% di tahun 2007. Kunci
pencapaian ini adalah dari penghematan.
Kemudian strategi Nestle dalam membidik produk yang punya value-added lebih
tinggi, dimana porsi COGS lebih kecil dibandingkan dengan harga jual juga
mengambil peran penting. Peningkatan dalam COGS pada 2007, terutama berasal dari
inflasi akibat membumbungnya harga komoditas, terutama pertanian.
Nestle melakukan berbagai macam bentuk strategi yaitu dengan memberikan Inovasi
dan renovasi, menjalin komunikasi dengan baik kepada konsumen.
2.7 Strategi Pengembangan Perusahaan (Internasional)
1) Strategi Penetrasi Pasar
Menurut David (2006) yang dimaksud dengan strategi penetrasi pasar adalah
suatu strategi untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) suatu produk atau jasa
yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaraan yang lebih aktif. Strategi untuk
meningkatkan pangsa pasar dapat dilakukan melalui upaya pemasaran seperti
memperluas jaringan distribusi, meningkatkan kegiatan promosi dan publisitas dan
meningkatkan pelayanan. Memperluasan jaringan distribusi sangat penting dilakukan
untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak. Saat ini PT Nestlé Indonesia hanya
memasarkan ke toko-toko dan swalayan. Untuk memperluas jaringan distribusi PT
Nestlé perlu memasarkan produk hingga ke pasar secara umum hingga tersebar
merata ke seluruh Indonesia.

Meningkatkan kegiatan promosi sangat penting dilakukan mengingat Susu bayi


dan biskuit bayi merupakan produk yang memiliki banyak saingan.Promosi bisa
dilakukan melalui menjadi media partner acara-acara anak-anak yang kemudian
memperkenalkan keunggulan produk yang ditawarkan kepada konsumen. Promosi
yang dilakukan selama ini lebih sudah cukup baik menggunakan segala jenis media
seperti media televisi, off air dan media cetak, namun seiring berjalannya waktu
persaingan semakin banyak maka perlu teknis promosi yang jauh lebih menarik dan
meyakinkan konsumen.

2) Strategi Pengembangan Pasar

Pengembangan pasar merupakan upaya untuk memperkenalkan produk


perusahaan ke wilayah baru yang belum pernah dimasuki sebelumnya. Strategi ini
dapat dijalankan dengan mencari pasar yang belu pernah tersentuh oleh pesaing dan
mencari jaringan distribusi yang dapat diandalkan.

3) Strategi Pengembangan Produk


Menurut David (2006), pengembangan produk adalah upaya untuk memprbaiki
atau memodifikasi produk atau jasa yang ada untuk meningkatkan penjualan. Strategi
ini penting ketika perusahaan menghadapi kondisi persaingan dalam industri yang
semakin ketat. Perusahaan perlu untuk mengadakan kegiatan penelitian dan
pengembangan yang baik untuk menghasilkan produk yang berbeda dari pesaingnya
sehingga mampu meraih pangsa pasar yang belum dikuasai pesaing. Meningkatkan
kualitas produk tidak hanya dalam hal khasiat dan komposisi melainkan
memperbaharui kemasan agar lebih menarik. Kemasanyang lebih menarik akan lebih
menarik perhatian konsumen.
SWOT digunakan untuk mengevaluasi keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman perusahaan yang sebelumnya telah diidentifikasi pada matriks IFE dan
EFE. Melalui matriks ini akan dihasilkan empat strategi utama yaitu strategi S-
O (Strengths-Opportunities), W-O (Weakness-Opportunities), S-T (Strengths-
Threats) dan W-T (Weakness-Threats).

Analisis SWOT

1. Strengths
 Nestlé adalah sebagai perusahaan pelopor produsen susu formula di dunia.
 Nestlé sebagai produsen susu formula terbesar di dunia.
 Nestlé adalah perusahaan yang selalu ingin berupaya mengembangkan diri
dan salah satu upayanya dengan strategi pemasaran melalui promosi kampanye besar-
besaran

2. Weakness
 Penyusutan pasar merupakan pukulan berat untuk produsen susu formula
salah satunya Nestlé.
 Strategi promosi melalui kampanye yang ditempuh oleh Nestlé
mengabaikan etika promosi, dan ini bertentangan dengan penelitian kesehatan tentang
keunggulan asi dibanding susu formula.

3. Opportunities
 Nestlé dapat memanfaatkan nama besar sebagai perusahaan pelopor
pembuat susu formula dan merupakan perusahaan terbesar di dunia.
 Kepercayaan masyarakat terhadap keunggulan atau mutu produknya harus
senantiasa dipertahankan sehingga animo masyarakat mengenai produk Nestlé adalah
“sebagai susu unggulan yang kedua untuk bayi setelah asi (sebagai yang terbaik)”.

4. Threats
Pada Februari 2007 banyak pihak menggembar-gemborkan aksi boikot terhadap
perusahaan makanan Nestlé. Karena diperkirakan 1,5 juta anak di Negara berkembang
meninggal setiap tahunnya disebabkan kekurangan asupan asi. Disinyalir bahwa
Nestlé adalah salah satu produsen yang melakukan pelanggaran persyaratan pemasaran
makanan bayi yang dikeluarkan oleh Word Health Assembly.

2.8 Strategi Bisnis

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui
pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain menyatakan bahwa pemasaran adalah
suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan
mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan
banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak
melalui sistem tersebut. Jadi untuk memasarkan produknya agar sampai ditangan
konsumen Perusahaan Nestlé menerapkan 4 Poin yaitu :

Geographic Segmentation diartikan pembagian disuatu wilayah dalam beberapa


bagian yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan dengan tujuan untuk
memudahkan dalam perputaran produknya. Contoh : Perusahaan telah memiliki
segmentasi diseluruh Negara dan di setiap ibukota provinsi lalu mereka membagi
daerah tersebut menjadi bagian utara, timur, selatan, dan barat. Sehingga dapat mudah
bagi perusahaan untuk bekerja secara efisien pada manajemen rantai pasokan produk
perusahaan tersebut.
Demographic Segmentation yaitu suatu strategi pemasaran yang erat kaitannya
dengan penduduk yang ada disuatu Negara. Trend demografi dapat menjadi kekuatan
utama yang mendasari kekuatan pasar. Beberapa variabel demografi meliputi umur,
pendapatan, pendidikan dan letak grografi. hal itu berarti bahwa ada pasar bagi produk
Nestlé untuk masuk tanpa harus membangun kepercayaan terhadap suatu merk.
Populasi teknis bertambah secara cepat dan mendukung semua perusahaan dan
industri mempengaruhi dengan baik garis besar strategi perusahaan. Hal ini juga yang
selalu menjadi faktor pertimbangan perusahaan untuk memasarkan produknya ke suatu
negara, banyaknya populasi di suatu negara berarti peluang untuk Nestlé untuk bisa
lebih berkembang di suatu negara tersebut. Nestlé pun selalu melakukan riset ke
sebuah negara dengan melakukan survey populasi, pendapatan per kapita, umur, jenis
kelamin, serta umur. Untuk pendapatan perkapita di suatu negara dapat menjadi tolak
ukur untuk menentukan harga dari produk Nestlé secara tepat. Jadi Nestlé ini
memproduksi barang yang mengenai semua kalangan mulai dari bayi, balita, remaja
sampai pada orang tua, dalam produk yang dihasilkan Nestlé tidak pernah adanya
perbedaan usia, jenis kelamin, penghasilan ataupun pembatas lainnya. Jadi bisa
diartikan produk Nestlé ini bisa untuk semua, siapapun dapat menggunakan produk
sesuai dengan kebuhutannya sendiri. Disamping itu dalam pengembangan produknya
Nestlé melakukan banyak penelitian agar produknya mempunyai nilai gizi yang dapat
menyehatkan para konsumennya. Tempat penelitian Nestlé yang kita kenal adalah
“Nestlé Research Center” yang menggunakan teknologi mutahir untuk menguji
makanan dan minuman yang bergizi dan aman dikonsumsi masyarakat luas.

Mass Customization, Strategi ini merupakan strategi pembuatan produk dan jasa
yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan
murah.

Nestlé telah menunjukkan bahwa penggunaan mass customiztion dapat


memberikan imbalan yang besar. Lebih dari 100 jenis produk Nestlé yang dihasilkan
mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Strategi ini diciptakan dengan maksud
untuk lebih banyak lagi menarik perhatian konsumen. Dengan menciptakan berbagai
macam jenis produk dengan jumlah yang tinggi. Alasan dasar penerapan strategi ini
adalah konsumen memiliki permintaan yang tidak tetap. Selera pasar selalu berubah-
ubah. Sehingga setiap perusahaan harus dapat menyesuaikan produk yang akan
dihasilkan dengan selera pasar.

Location Strategy, Keputusan Lokasi sering bergantung kepada tipe bisnis.


Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi
untuk meminimalkan biaya, sedangkan untuk bisnis eceran dan jasa profesional,
strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan. Secara umum,
strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan.

Pemilihan lokasi Nestlé sendiri adalah dengan alasan untuk mendapatkan bahan
baku dari komoditi terbaik. Seperti; komoditi kopi terbaik, di Lampung untuk Panjang
Factory (Nescafe) dan kualitas susu terbaik, di Pasuruan untuk Kejayan factory
(Dancow). Dengan demikian Nestle telah mengurangi biaya operasional berupa biaya
angkut bahan baku.

2.7 Masalah dengan Strategi Pengembangan yang digunakan

Pesaing yang dihadapi Nestle adalah pesaing di bidang produsen makanan seperti
Unilever, produsen susu seperti Frisian Flag dan Ultra Jaya, produsen kopi seperti
Gooday, Torabika, dan produsen bubur bayi seperti Kalbe Farma. Pesaing-pesaing
tersebut sebagian produknya juga sudah tergolong kualitas premium dangan harga
relatif bersaing dengan produk Nestle. Dengan menutamakan keunggulan pada
kualitas sebanding dan harga lrelatif lebih murah prduk-produk tersebut jelas
merupaka pesaing bagi produk Nestle. Oleh karena itu Nestle harus menerapkan
strategi yang bijak bagi perusahaan. Rekomendasi strategi-strategi di atas bisa
diterapkan oleh Nestle secara menyeluruh agar produktifitas dan nilai perusahaan
meningkat. Strategi-strategi tersebut dianggap strategi yang paling tepat untuk
meningkatkan keunggulan produk Nestle dibanding produk pesaing. Jika penerapan
strategi telah optimal maka diharapkan nilai perusahaan Nestle dapat meningkat.
Strategi pemasaran yang baik global adalah suatu keharusan untuk berhasil di
dunia bisnis internasional. Strategi pemasaran global harus direncanakan untuk
menyesuaikan berbagai jenis budaya. Sangat penting untuk mengingat pentingnya
budaya lokal dan nasional, pada saat yang sama orang tidak boleh mengabaikan
budaya bisnis, budaya sosial dan budaya politik. Sebuah strategi pemasaran yang
sukses adalah salah satu yang selalu menghubungkan seluruh budaya ini, dan tidak
pernah mengabaikan faktor -faktor yang mempengaruhi perbedaan budaya.
Sebuah strategi pemasaran yang lemah adalah salah satunya dengan mengabaikan
perbedaan budaya, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan runtuhnya bisnis global.
Salah satu contoh dari strategi pemasaran global yang salah dan mempengaruhi citra
sebuah perusahaan internasional adalah Nestlé di Afrika. Nestle bangga dengan
produknya yang dapat dikatakannyaris sempurna , tetapi perusahaan gagal untuk
mempertimbangkan perbedaan budaya sebelum perencanaan strategi pemasaran, ini
menghasilkan respon negatif karena susu bubuk produksi Nestle dipandang dan
dikritik sebagai penyebab tambahan kekurangan gizi pada bayi Afrika. Nestle gagal
untuk merencanakan strategi pemasaran dengan mengingat perbedaan budaya, hal itu
tidak mempertimbangkan tingkat buta huruf di Afrika, maupun kemungkinan
penggunaan yang kurang tepat mengenai susu bubuk di Afrika, sehingga
memunculkan kritik dan menuai kegagalan di Afrika .
Lebih lanjut lagi , Nestle mendapat kecaman dari berbagai pihak yang
berkepentingan seperti ibu-ibu bayi, organisasi kesehatan lokal negara, dan pemerintah
lokal karena produk susu bayinya diindikasikan telah terkontaminasi dan malnutrisi
untuk bayi yang mengakibatkan kematian pada bayi. Susu bubuk yang beredar di
negara mereka yang diproduksi oleh Nestle dianggap merupakan hasil produksi untuk
percobaan penggunaan pemakaian pada bayi guna menemukan solusi terbaik dan
evaluasi untuk produk-produk baru selanjutnya. Banyak pendapat khususnya di
Negara- negara Afrika ini mengatakan Nestle membunuh bayi generasi muda mereka
dan Nestle tidak mempunyai etika dan berperilaku tidak bermoral .
Hal inilah yang dilupakan oleh Nestle mengenai persepsi masyarakat Afrika .
Kesalahan dan kelalaian persepsi dalam pemakaian produk formula bayi khususnya
susu bubuk oleh personal atau pemakainya merupakan salah satu faktor penyebab bisa
terjadinya kematian pada bayi usia 1 – 2 tahun, karena dapat terjadi kontaminasi
buatan serta kurangnya pengetahuan mendasar pentingnya air susu ibu. Dimana ibu-
ibu di Negara Afrika ini menganggap bahwa susu bubuk formula dapat membuat bayi
terlihat lebih tumbuh dan bersinar adalah kurang tepat menurut Nestle. Dikatakan oleh
Nestle bahwa air susu ibu tetaplah yang utama dan tidak dapat tergantikan oleh susu
bubuk formula apapun.
BAB III

KONKLUSI DAN SARAN

A. KONKLUSI

Dari data-data yang di peroleh penulis mempunyai beberapa kesimpulan


mengenai studi kasus pada perusahaan Nestle ini, kesimpulannya adalah sebagai
berikut:

1. Nestle meluncurkan produk andalannya berupa sereal sarapan untuk anak,


makanan bayi yaitu nasi beras merah dan susu nestle beras merah, serta makanan bayi
dengan banyak pilihan rasa, Susu Bear Brand yang terbuat dari susu sapi segar yang
disterilkan dan dikemas dalam bentuk kaleng dengan berta bersih 195 gr, susu untuk
anak-anak yang beraneka rasa. Nestle juga memproduksi coklat yang enak-enak, dan
tanpa bahan pengawet serta tanpa pemanis buatan .
2. Nestle penjualannya dalam sembilan bulan pertama tahun 2009 merosot
2,3 persen menjadi 79,5 miliar franc (52,6 miliar euro, 78,9 miliar dolar AS), akibat
franc Swiss yang menguat. Dampak mata uang mengambil 5,2 persen dari penjualan
untuk sembilan bulan pertama tahun ini, pertumbuhan organik termasuk dampak dari
akuisisi dan fluktuasi mata uang -- berdiri di 3,6 persen untuk periode tersebut walau
pun begitu Nestle sempat mencatat laba setahun penuh 18 miliar franc pada tahun
2008.
3. Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence)yang
merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan
dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh
dunia.
4. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit bisnis Nestle di seluruh dunia
maka Nestle memakai sistem teknologi informasi yang bisa mengkoordinasikan
seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantag. Semua ini bertujuan
mendukung lima kegiatan bisnisnya yaitu purchasing, marketing, business
intelligence, teknologi, dan manajemen sumberdaya manusia. Corporate interenet ini
dikenal dengan Nestle Intranet Kit Assistant (NIKITA).

3.2 Saran

Nestle adalah perusahaan multinasional yang sangat besar serta perusahaan yang
dapat merajai pasar makanan di pasar dunia dan Berdasarkan hasil penelitian dari data-
data yang di dapat, maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat di jadikan
masukan dan perbaikan di masa yang akan datang adalah sebagai berikut :

1. Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan lagi ketelitian dalam


pelaksanaan manajemen operasi pada perusahaan, terutama dalam memperhatikan
pengalaman serta produk yang di hasilkan oleh perusahaan.
2. Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan kinerja karyawannya supaya
dapat mengoptimalkan potensi dari sumber daya manusia yang ada di perusahaan serta
menanamkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap tugas yang di berikan
perusahaan.
3. Sebaiknya perusahaan lebih menekankan lagi peraturan-peraturan yang
ada di dalam setiap cabang-cabang perusahaan di setiap Negara sehingga dapat
menjadi dasar yang kuat untuk dapat lebih mengembangkan dan menjaga eksistensi
perusahaan di pasar dunia.

Anda mungkin juga menyukai