tugas aplikom
tugas aplikom
BISNIS INTERNASIONAL
0222037
FAKULTAS EKONOMI
2023
KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan kesehatan dan kesempatan bagi saya untuk menyelesaikan makalah
Manajemen Strategi ini dengan baik. Tidak lupa juga saya mengucapkan banyak
terimakasih kepada Bapak/Ibu dosen yang telah membimbing saya dalam pengerjaan
makalah ini.
Saya harapkan semoga makalah ini dapat berguna dan bisa membantu kesulitan
para pembaca. Saya sadar jika penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
maka dengan ini saya sangat mengharapkan saran dan krtitik dari para pembaca.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
BAB l..........................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................4
A. Latar Belakang..................................................................................................................................4
1.1 Rumusan Masalah.........................................................................................................................5
1.2 Tujuan........................................................................................................................................5
1.3 Manfaat......................................................................................................................................5
BAB II.........................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................6
A. Sejarah Singkat Perusahaan.............................................................................................................6
B. Visi dan Misi Nestle.........................................................................................................................10
2.1 Tujuan Nestle...........................................................................................................................10
2.2 Produk Yang Dijual.................................................................................................................10
2.3 Kenapa Perusahaan Melakukan Go Internasional...............................................................13
2.4 Jangkauan Pemasaran (Internasional)..................................................................................15
2.5 Prospek Pengembangan Pasar Internasional........................................................................16
2.6 Strategi Pasar Internasional...................................................................................................16
2.7 Strategi Pengembangan Perusahaan (Internasional)............................................................17
2.8 Strategi Bisnis..........................................................................................................................19
BAB III......................................................................................................................................................24
KONKLUSI DAN SARAN.......................................................................................................................24
A. KONKLUSI.....................................................................................................................................24
BAB l
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Manfaat
PEMBAHASAN
Waktu Perkembangan
CSV Nestle ini fokus pada tiga bidang, yakni nutrisi, air, dan pembangunan
masyarakat perdesaan. Alasannya, sebagai perusahaan makanan dan minuman, basis
Nestle berada pada bisnis ini.
Perangkat utama Nestle dalam mencapai efisiensi operasional antara lain adalah
GLOBE yang memungkinkan berbagai cabang Nestle di seluruh dunia ‘berbicara’
dalam satu bahasa sama, definisi sama, perangkat sama dan ukuran sama pula.
Program GLOBE menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu dalam sebuah proses
dan menjadikan Nestle sebagai perusahaan yang saling berketerkaitan.
Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem
sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap
kompetitif di persaingan bisnis global. Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa
mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan sehingga dicapai
proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya
“sharing knowledge” antar masing-masing bagian.
Praktik ini yang umumnya memang saving-driven, namun juga berfokus pada
bagaimana melayani pelanggan dengan lebih baik, dan memberikan produk yang lebih
segar dan berkualitas tinggi, yang merupakan driver utama dari permintaan.
Keunggulan operasional ini merupakan keunggulan kompetitif Nestle dibandingkan
dengan lawan-lawannya. Jika pada umumnya sulit untuk menekan biaya selagi
mempertahankan value yang ada, maka Nestle mampu melakukannya dengan sangat
baik. Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem
sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap
kompetitif di persaingan bisnis global.
Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses
bisnis yang ada di perusahaan tersebut sehingga dicapai proses bisnis yang efisien dan
efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya “sharing knowledge” antar masing-
masing bagian.
Nestle adalah bentuk usaha Joint Venture dengan menggunakan bentuk usaha ini
Nestle mempunyai keuntungan yaitu perusahaan dapat mengambil manfaat dari mitra
lokalnya mengenai pengetahuan tentang kondisi persaingan, budaya, bahasa, sistem
politik dan sistem bisnis di negara dimana perusahaan akan didirikan. Ketika
perkembangan biaya dan atau risiko pembukaan pasar luar negeri tinggi, suatu
perusahaan dapat mengambil keuntungan dengan cara berbagi biaya dan atau risiko ini
dengan mitra local, Sehingga Nestle dapat berkembang dengan cepat dan terjalin
hubungan yang kuat.
Pada era globalisasi perdagangan dewasa ini, kondisi persaingan semakin ketat
dimana masing-masing negara saling membuka pasarnya. Pengembangan produk
Nestle selau melakukan pengembangan produk dengan memperhatikan selera
konsumen agar dapat di terima dan bersaing di pasar internasional.
Dampak krisis keuangan dunia dianalisa tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi
produk Nestle mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah tangga. Selama supply
produk-produk Nestle tetap terjamin dengan harga yang masih reasanable, maka
kemungkinan Pengembangan industri pengolahan produk Nestle akan tetap menarik
dan pengaruh krisis financial global tidaklah signifikan.
Analisis SWOT
1. Strengths
Nestlé adalah sebagai perusahaan pelopor produsen susu formula di dunia.
Nestlé sebagai produsen susu formula terbesar di dunia.
Nestlé adalah perusahaan yang selalu ingin berupaya mengembangkan diri
dan salah satu upayanya dengan strategi pemasaran melalui promosi kampanye besar-
besaran
2. Weakness
Penyusutan pasar merupakan pukulan berat untuk produsen susu formula
salah satunya Nestlé.
Strategi promosi melalui kampanye yang ditempuh oleh Nestlé
mengabaikan etika promosi, dan ini bertentangan dengan penelitian kesehatan tentang
keunggulan asi dibanding susu formula.
3. Opportunities
Nestlé dapat memanfaatkan nama besar sebagai perusahaan pelopor
pembuat susu formula dan merupakan perusahaan terbesar di dunia.
Kepercayaan masyarakat terhadap keunggulan atau mutu produknya harus
senantiasa dipertahankan sehingga animo masyarakat mengenai produk Nestlé adalah
“sebagai susu unggulan yang kedua untuk bayi setelah asi (sebagai yang terbaik)”.
4. Threats
Pada Februari 2007 banyak pihak menggembar-gemborkan aksi boikot terhadap
perusahaan makanan Nestlé. Karena diperkirakan 1,5 juta anak di Negara berkembang
meninggal setiap tahunnya disebabkan kekurangan asupan asi. Disinyalir bahwa
Nestlé adalah salah satu produsen yang melakukan pelanggaran persyaratan pemasaran
makanan bayi yang dikeluarkan oleh Word Health Assembly.
Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui
pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain menyatakan bahwa pemasaran adalah
suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan
mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan
banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak
melalui sistem tersebut. Jadi untuk memasarkan produknya agar sampai ditangan
konsumen Perusahaan Nestlé menerapkan 4 Poin yaitu :
Mass Customization, Strategi ini merupakan strategi pembuatan produk dan jasa
yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan
murah.
Pemilihan lokasi Nestlé sendiri adalah dengan alasan untuk mendapatkan bahan
baku dari komoditi terbaik. Seperti; komoditi kopi terbaik, di Lampung untuk Panjang
Factory (Nescafe) dan kualitas susu terbaik, di Pasuruan untuk Kejayan factory
(Dancow). Dengan demikian Nestle telah mengurangi biaya operasional berupa biaya
angkut bahan baku.
Pesaing yang dihadapi Nestle adalah pesaing di bidang produsen makanan seperti
Unilever, produsen susu seperti Frisian Flag dan Ultra Jaya, produsen kopi seperti
Gooday, Torabika, dan produsen bubur bayi seperti Kalbe Farma. Pesaing-pesaing
tersebut sebagian produknya juga sudah tergolong kualitas premium dangan harga
relatif bersaing dengan produk Nestle. Dengan menutamakan keunggulan pada
kualitas sebanding dan harga lrelatif lebih murah prduk-produk tersebut jelas
merupaka pesaing bagi produk Nestle. Oleh karena itu Nestle harus menerapkan
strategi yang bijak bagi perusahaan. Rekomendasi strategi-strategi di atas bisa
diterapkan oleh Nestle secara menyeluruh agar produktifitas dan nilai perusahaan
meningkat. Strategi-strategi tersebut dianggap strategi yang paling tepat untuk
meningkatkan keunggulan produk Nestle dibanding produk pesaing. Jika penerapan
strategi telah optimal maka diharapkan nilai perusahaan Nestle dapat meningkat.
Strategi pemasaran yang baik global adalah suatu keharusan untuk berhasil di
dunia bisnis internasional. Strategi pemasaran global harus direncanakan untuk
menyesuaikan berbagai jenis budaya. Sangat penting untuk mengingat pentingnya
budaya lokal dan nasional, pada saat yang sama orang tidak boleh mengabaikan
budaya bisnis, budaya sosial dan budaya politik. Sebuah strategi pemasaran yang
sukses adalah salah satu yang selalu menghubungkan seluruh budaya ini, dan tidak
pernah mengabaikan faktor -faktor yang mempengaruhi perbedaan budaya.
Sebuah strategi pemasaran yang lemah adalah salah satunya dengan mengabaikan
perbedaan budaya, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan runtuhnya bisnis global.
Salah satu contoh dari strategi pemasaran global yang salah dan mempengaruhi citra
sebuah perusahaan internasional adalah Nestlé di Afrika. Nestle bangga dengan
produknya yang dapat dikatakannyaris sempurna , tetapi perusahaan gagal untuk
mempertimbangkan perbedaan budaya sebelum perencanaan strategi pemasaran, ini
menghasilkan respon negatif karena susu bubuk produksi Nestle dipandang dan
dikritik sebagai penyebab tambahan kekurangan gizi pada bayi Afrika. Nestle gagal
untuk merencanakan strategi pemasaran dengan mengingat perbedaan budaya, hal itu
tidak mempertimbangkan tingkat buta huruf di Afrika, maupun kemungkinan
penggunaan yang kurang tepat mengenai susu bubuk di Afrika, sehingga
memunculkan kritik dan menuai kegagalan di Afrika .
Lebih lanjut lagi , Nestle mendapat kecaman dari berbagai pihak yang
berkepentingan seperti ibu-ibu bayi, organisasi kesehatan lokal negara, dan pemerintah
lokal karena produk susu bayinya diindikasikan telah terkontaminasi dan malnutrisi
untuk bayi yang mengakibatkan kematian pada bayi. Susu bubuk yang beredar di
negara mereka yang diproduksi oleh Nestle dianggap merupakan hasil produksi untuk
percobaan penggunaan pemakaian pada bayi guna menemukan solusi terbaik dan
evaluasi untuk produk-produk baru selanjutnya. Banyak pendapat khususnya di
Negara- negara Afrika ini mengatakan Nestle membunuh bayi generasi muda mereka
dan Nestle tidak mempunyai etika dan berperilaku tidak bermoral .
Hal inilah yang dilupakan oleh Nestle mengenai persepsi masyarakat Afrika .
Kesalahan dan kelalaian persepsi dalam pemakaian produk formula bayi khususnya
susu bubuk oleh personal atau pemakainya merupakan salah satu faktor penyebab bisa
terjadinya kematian pada bayi usia 1 – 2 tahun, karena dapat terjadi kontaminasi
buatan serta kurangnya pengetahuan mendasar pentingnya air susu ibu. Dimana ibu-
ibu di Negara Afrika ini menganggap bahwa susu bubuk formula dapat membuat bayi
terlihat lebih tumbuh dan bersinar adalah kurang tepat menurut Nestle. Dikatakan oleh
Nestle bahwa air susu ibu tetaplah yang utama dan tidak dapat tergantikan oleh susu
bubuk formula apapun.
BAB III
A. KONKLUSI
3.2 Saran
Nestle adalah perusahaan multinasional yang sangat besar serta perusahaan yang
dapat merajai pasar makanan di pasar dunia dan Berdasarkan hasil penelitian dari data-
data yang di dapat, maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat di jadikan
masukan dan perbaikan di masa yang akan datang adalah sebagai berikut :