Modul 3
Modul 3
1 Irsyad Fikri
9. Penetapan Trayek
Penetapan trayek dilakukan dengan hirarki sebagai berikut:
a. Trayek tetap dan teratur untuk pelayanan angkutan dalam kabupaten/kota, ditetapkan oleh Bupati/Walikota.
b. Trayek tetap dan teratur untuk pelayanan angkutan antar kabupaten/kota dalam propinsi, ditetapkan oleh Gubernur.
c. Trayek tetap dan teratur untuk pelayanan angkutan lintas batas antar Negara dan antar propinsi, ditetapkan oleh Gubernur tempat domisili perusahaan / pemilik kapal sebagai tugas Dekonsentrasi.
C. Jenis-jenis Agen
Secara garis besar ada 3 jenis agen yaitu : General Agent, Sub Agent atau Agen dan Cabang Agen.
D. Pihak-pihak Terkait
Pihak - pihak atau instansi terkait dalam proses keagenan kapal diantaranya adalah:
1. Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat
2. Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) setempat
3. Kantor Kesehatan Pelabuhan
4. Kantor Imigrasi
5. Vessel Traffic Service (VTS)
Pada prinsipnya, sifat perjanjian dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu perjan
jian pokok dan perjanjian accessoir. Perjanjian pokok merupakan perjanjian
untuk mendapatkan fasilitas kredit dari bank. Sedangkan perjanjian accessoi
r merupakan perjanjian tambahan. Perjanjian pembebanan hipotek kapal lau
t merupakan perjanjian accessoir atau tambahan. Keberadaan perjanjian hip
otek kapal ini adalah tergantung pada perjanjian pokoknya.
7. HAK DAN KEWAJIBAN ANTARA PEMBERI DAN PENERIM
A HIPOTEK
Sejak terjadinya pembebanan hipotek kapal laut, maka sejak saat itulah timbul akibat bagi kedua belah pihak. Akibat hukum itu tim
bul hak dan kewajiban kedua belah pihak.
1. Hak pemberi hipotek:
a. Tetap menguasai bendanya;
b. Mempergunakan bendanya;
c. Melakukan tindakan penguasaan asal tidak merugikan pemegang hipotek;
d. Berhak menerima uang pinjaman.
Jangka waktu berlakunya hipotek kapal laut tergantung pada substansi perjanjian pokok at
au perjanjian kredit yang dibuat antara debitur (pemilik kapal) dengan bank (kreditur). Menu
rut jangka waktu, perjanjian kredit dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu: kredit jangka
pendek,jangka menengah, dan jangka panjang (UU No. 7 Th. 1992 jo. UU No. 10 Th. 1998
tentang perbankan).
Perjanjian kredit dengan menggunakan hipotek kapal laut adalah kredit yang jangka waktu
nya selama 3 tahun ke atas. Karena untuk membiayai sebuah kapal atau biaya rehabilitasin
ya memerlukan biaya yang besar. Sehingga para nasabah ini memilih kredit yang jangka w
aktunya panjang, yaitu 3 tahun ke atas.
9. HAPUSNYA HIPOTEK KAPAL LAUT
Hapusnya hipotek adalah tidak berlaku lagi hipotek yang dibebankan atas kapal laut. Di dalam pasal 1
209 KUHPerdata diatur tentang hapusnya hipotek. Hapusnya hipotek karena 3 hal, yaitu:
1. Hapusnya perikatan pokok;
2. Pelepasan hipotek itu oleh kreditur; dan
3. Pengaturan urutan tingkat oleh pengadilan.
Di dalam 3.4.1.2 NBW diatur juga tentang hapusnya hipotek. Hapusnya hipotek menurut ketentuan ini
adalah karena:
1. Hapusnya hak menjadi landasan lahirnya hak terbatas;
2. Jangka waktunya berakhir atau telah terpenuhinya syarat batal;
3. Dilepaskan dengan sukarela oleh yang mempunyai hak;
4. Dihentikan sebelum jangka waktu berakhir, bila kewenangan itu diberikan haknya kepada peme
gang hak terbatas atau kepada keduanya;
5. Karena percampuran.
10. PENCORETAN (ROYA) AKTA HIPOTEK KAPAL LAUT
1. Umum
Untuk menjadi layanan publik yang berkualitas, usaha pelayaran terselenggara dengan menjadikan prioritas utama dan p
ertama pada aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Mekanisme mengenai hal tersebut, diatur dalam Pasal 116 U
U No 17 Tahun 2008.
1. Keselamatan Kapal
2. Pencegahan Pencemaran dari Kapal
3. Pengawakan Kapal
4. Garis Muat Kapal dan Pemuatan
5. Kesejahteraan Awak Kapal dan Kesehatan Penumpang
6. Status Hukum Kapal
7. Manajemen Keselamatan dan Pencegahan Pencemaran dari Kapal
8. Manajemen Keamanan Kapal
9. Sanksi Administratif
13. KENAVIGASIAN