Studio Design 5 2017
Studio Design 5 2017
ARSITEKTUR 5
1.PANDUAN (GUIDELINES)
Pada mata kuliah ini, jurusan arsitektur UNIVERSITAS PALANGKARAYA
memberi penekanan dalam SPA 5, yaitu dengan:
1. Mahasiswa diarahkan untuk menggambarkan hubungan tanda-tanda
(signs) dalam bentuk abstraksi (pada bangunan tinggi) dengan
pertimbangan efisiensi energi.
2. Mahasiswa diarahkan untuk mengungkapkan tanda-tanda (signs),
yang berkaitan dengan alam (lingkungan), rupa, dan manusia.
3. Mahasiswa diarahkan mampu untuk mengungkapkan desain yang
digenerasikan oleh dua atau tiga sistem dimensi geometris. Misalnya
sistem modular, bangunan pabrikasi, koordinasi secara dimensional
(2D-3D) dan sebagainya.
1
8. Utilitas : Menyelesaikan kelengkapan sistem ME untuk kenyamanan,
keamanan, keselamatan, dan kesehatan Bangunan.
9. Fisika Bangunan : Pertimbangan Efisiensi Energi.
10. Teknik Presentasi : Penggunaan Software tertentu dan
menyelesaikan desain (gambar) secara lengkap.
11.Menyusun RAB/RKS bagian bangunan tertentu.
12. Menguasai desain secara konsepsual dan secara teknis.
2. TUGAS:
1. Membuat proses rancangan bangunan vertikal yang efisien energi,
terkait dengan bentuk-bentuk disekitarnya.
2. Membuat massa dan ruang yang tersusun dan tidak tersusun, terkait
lingkungan sekitarnya membentuk lansekap bangunan dan
sekitarnya.
3. Membuat massa dan ruang untuk mengatasi persoalan rancangan
berdasarkan teknologi bangunan terbaru.
4. Membuat sistem utilitas yang sesuai dengan bangunan tinggi.
5. Membuat sistem struktur pada massa dan ruang yang dapat
mengkordinasikan seluruh rancangan.
6. Membuat tugas : Condominium, apartment, hotel, mix use building,
kantor sewa, kampus dan lain sebagainya (7-8 lantai)
7. Maket Bangunan termasuk kawasannya.
8. Membuat RAB dan RKS.
3. PROSES STUDIO
Mahasiswa dan instruktur saling berkomunikasi dalam bentuk tutorial,
instruktur mengarahkan mahasiswa sesuai guidelines, kemudian mahasiswa
mengikuti arahan instruktur dengan:
1. Mahasiswa mempersiapkan bahan dan alat di studio.
2. Mahasiswa memberikan sketsa-sketsa bentuk dan ruang yang
mengandung nilai teknologi pada bangunan bertinglat atau vertikal
terkait lingkungannya kepada instruktur untuk dikonsultasikan.
3. Mahasiswa memberikan sketsa sistem struktur yang digunakan dalam
rancangan secara keseluruhan.
4. Mahasiswa memberikan sketsa bentuk ruang dan massa dalam
rancangannya.
2
5. Proses ide, konsepsualisasi, dan rancangan (signifier s/d signified)
Instruktur memberikan arahan selama proses agar hasil kerja studio
mahasiswa sesuai dengan yang diharapkan dalam guidelines ini.
4. KONTEKS
RUANG BENTUK
TEKNOLOGI
5. REFERENSI :
Arnheim Rudolf (1977). The Dynamic of Architectural form, University of California
Press. USA.
Broadbent eds (1986), Design in Architecture, VNR, New York, USA.
Bergen, eds (1971). Membangun, Ilmu Bangunan, Jilid 1, 2,3. Erlangga, Jakarta.
Eisenman (1995). The Master Architect series, Eisenman Architect, Images
publishing. USA.
FDK. Ching (1988), Form, Space and Order, VNR, New York,USA.
Fred Angerer (1961), Surface structure in Building, VNR, New York, USA
Graves, M (1951). The Art of Color Design, New York.
Heinrich, E (1967) Structures system, deutche verlags-anstalt, Stuttgart.
Isaac-ARG (1986). Approach to Architectural Design, Intermatra-Bandung.
Jurgend J (1965), Shell Structures, Mc Graw Hill Company, New York, USA
Lechner Norbert. Heating, Cooling, Lighting Metoda Desain untuk Arsitektur, edisi
kedua Rajawaili press, 2007.
Lang Jon, Creating Architectural Theory, VNR New York, 1987.
Schuler. Sistem Struktur Banngunan Bertingkat, VNR, 1990.
Schuller W (1997) High Rise Building Structures, John Willey and Son, USA
3
SPA
SPA
1 4