0% found this document useful (0 votes)
14 views4 pages

Studio Design 5 2017

The document provides guidelines for Architecture Studio 5, which focuses on designing tall, energy-efficient buildings that relate to their environment through signs and relationships to nature, form, and people. Students are directed to design buildings with two or three geometric dimension systems and to consider form, space, function, site context, materials, structure, utilities, building physics, presentation techniques, cost estimates, and both conceptual and technical design skills. The studio process involves students working with instructors through tutorials to develop their building designs according to the guidelines.
Copyright
© © All Rights Reserved
Available Formats
Download as DOC, PDF, TXT or read online on Scribd
Download as doc, pdf, or txt
0% found this document useful (0 votes)
14 views4 pages

Studio Design 5 2017

The document provides guidelines for Architecture Studio 5, which focuses on designing tall, energy-efficient buildings that relate to their environment through signs and relationships to nature, form, and people. Students are directed to design buildings with two or three geometric dimension systems and to consider form, space, function, site context, materials, structure, utilities, building physics, presentation techniques, cost estimates, and both conceptual and technical design skills. The studio process involves students working with instructors through tutorials to develop their building designs according to the guidelines.
Copyright
© © All Rights Reserved
Available Formats
Download as DOC, PDF, TXT or read online on Scribd
Download as doc, pdf, or txt
Download as doc, pdf, or txt
You are on page 1/ 4

STUDIO PERANCANGAN

ARSITEKTUR 5
1.PANDUAN (GUIDELINES)
Pada mata kuliah ini, jurusan arsitektur UNIVERSITAS PALANGKARAYA
memberi penekanan dalam SPA 5, yaitu dengan:
1. Mahasiswa diarahkan untuk menggambarkan hubungan tanda-tanda
(signs) dalam bentuk abstraksi (pada bangunan tinggi) dengan
pertimbangan efisiensi energi.
2. Mahasiswa diarahkan untuk mengungkapkan tanda-tanda (signs),
yang berkaitan dengan alam (lingkungan), rupa, dan manusia.
3. Mahasiswa diarahkan mampu untuk mengungkapkan desain yang
digenerasikan oleh dua atau tiga sistem dimensi geometris. Misalnya
sistem modular, bangunan pabrikasi, koordinasi secara dimensional
(2D-3D) dan sebagainya.

Ketiga Karakteristik tersebut kemudian diolah agar menjadi bahan


rancangan arsitektural yang utuh. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan
mampu menguasai:
1. Bentuk : Pembentukan massa dan ruang, dikaitkan dengan persoalan
iklim dan lokasi setempat (Komposisi bentuk optimal dengan
pertimbangan efisiensi energi)
2. Ruang : Membentuk komposisi ruang vertikal
3. Fungsi : Multi fungsi dengan tuntutan program ruang praktek
profesional (real project)
4. Tapak : Konteks Kawasan dan lingkungan sosial budaya.
5. Konteks: Order dan disorder (tersusun dan tidak tersusun) pada
massa dan ruang, terkait dengan alam lingkungan sekitarnya atau
merancang lansekap pada tapak/site dan bangunan dengan
penerapan aturan sesuai dengan konteks lokasi.
6. Bahan bangunan: yang mungkin untuk menyelesaikan persoalan
rancangan dengan teknologi bangunan terbaru.
7. Struktur : Pilihan sistem struktur atau konstruktsi yang digunakan
dalam mengkoordinasikan 7-8 lantai.

1
8. Utilitas : Menyelesaikan kelengkapan sistem ME untuk kenyamanan,
keamanan, keselamatan, dan kesehatan Bangunan.
9. Fisika Bangunan : Pertimbangan Efisiensi Energi.
10. Teknik Presentasi : Penggunaan Software tertentu dan
menyelesaikan desain (gambar) secara lengkap.
11.Menyusun RAB/RKS bagian bangunan tertentu.
12. Menguasai desain secara konsepsual dan secara teknis.

2. TUGAS:
1. Membuat proses rancangan bangunan vertikal yang efisien energi,
terkait dengan bentuk-bentuk disekitarnya.
2. Membuat massa dan ruang yang tersusun dan tidak tersusun, terkait
lingkungan sekitarnya membentuk lansekap bangunan dan
sekitarnya.
3. Membuat massa dan ruang untuk mengatasi persoalan rancangan
berdasarkan teknologi bangunan terbaru.
4. Membuat sistem utilitas yang sesuai dengan bangunan tinggi.
5. Membuat sistem struktur pada massa dan ruang yang dapat
mengkordinasikan seluruh rancangan.
6. Membuat tugas : Condominium, apartment, hotel, mix use building,
kantor sewa, kampus dan lain sebagainya (7-8 lantai)
7. Maket Bangunan termasuk kawasannya.
8. Membuat RAB dan RKS.

3. PROSES STUDIO
Mahasiswa dan instruktur saling berkomunikasi dalam bentuk tutorial,
instruktur mengarahkan mahasiswa sesuai guidelines, kemudian mahasiswa
mengikuti arahan instruktur dengan:
1. Mahasiswa mempersiapkan bahan dan alat di studio.
2. Mahasiswa memberikan sketsa-sketsa bentuk dan ruang yang
mengandung nilai teknologi pada bangunan bertinglat atau vertikal
terkait lingkungannya kepada instruktur untuk dikonsultasikan.
3. Mahasiswa memberikan sketsa sistem struktur yang digunakan dalam
rancangan secara keseluruhan.
4. Mahasiswa memberikan sketsa bentuk ruang dan massa dalam
rancangannya.

2
5. Proses ide, konsepsualisasi, dan rancangan (signifier s/d signified)
Instruktur memberikan arahan selama proses agar hasil kerja studio
mahasiswa sesuai dengan yang diharapkan dalam guidelines ini.

4. KONTEKS

RUANG BENTUK

TEKNOLOGI

5. REFERENSI :
Arnheim Rudolf (1977). The Dynamic of Architectural form, University of California
Press. USA.
Broadbent eds (1986), Design in Architecture, VNR, New York, USA.
Bergen, eds (1971). Membangun, Ilmu Bangunan, Jilid 1, 2,3. Erlangga, Jakarta.
Eisenman (1995). The Master Architect series, Eisenman Architect, Images
publishing. USA.
FDK. Ching (1988), Form, Space and Order, VNR, New York,USA.
Fred Angerer (1961), Surface structure in Building, VNR, New York, USA
Graves, M (1951). The Art of Color Design, New York.
Heinrich, E (1967) Structures system, deutche verlags-anstalt, Stuttgart.
Isaac-ARG (1986). Approach to Architectural Design, Intermatra-Bandung.
Jurgend J (1965), Shell Structures, Mc Graw Hill Company, New York, USA
Lechner Norbert. Heating, Cooling, Lighting Metoda Desain untuk Arsitektur, edisi
kedua Rajawaili press, 2007.
Lang Jon, Creating Architectural Theory, VNR New York, 1987.
Schuler. Sistem Struktur Banngunan Bertingkat, VNR, 1990.
Schuller W (1997) High Rise Building Structures, John Willey and Son, USA

3
SPA
SPA
1 4

SNI. Konstruksi Baja, Beton, PUPR, 2003.


SNI. Membuat RAB dan RKS, PUPR, Jakarta, 2010.
Peter Smith, The dynamics of delight architecture and aestetics, Routledge, New
York, 2003
William, S. Mekanikal Elektrikal, VNR, 1989.

You might also like